MANGUPURA — Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyempatkan diri menyapa warga saat tiba di lokasi upacara di Banjar Tanggayuda. Ia datang bersama rombongan pejabat daerah, termasuk anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Kadis Kebudayaan Badung I Gede Sukadana, hingga perwakilan Camat Abiansemal dan Perbekel Desa Bongkasa.
Pemerintah Hadir untuk Meringankan Beban Warga
Dalam sambutannya, Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong warga yang menggelar upacara besar ini. “Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat adalah wujud komitmen untuk meringankan beban warga dalam melaksanakan upacara utama seperti ini. Kami berharap masyarakat Banjar Tanggayuda tetap bersatu dan terus menjaga semangat gotong-royong,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan membawa kerahayuan bagi masyarakat. Dukungan nyata dari Pemkab Badung diwujudkan lewat bantuan dana hibah sebesar Rp 500 juta yang diserahkan secara simbolis saat prosesi berlangsung.
Pemugaran Pura Jadi Landasan Gelar Upacara Utama
Manggala Karya atau Ketua Panitia, I Wayan Sunarta, menjelaskan bahwa upacara utama ini baru bisa dilaksanakan setelah pembangunan fisik Pura Dalem Pingit selesai. Sebelumnya, Pemkab Badung telah memberikan bantuan hibah sebesar Rp6 miliar lebih pada tahun 2023 untuk pemugaran tersebut.
“Landasan bantuan itulah yang kami gunakan untuk menggelar upacara utama ini,” jelas Sunarta. Ia menambahkan, persiapan karya sudah berjalan matang sejak 28 Januari 2026. Puncak karya sendiri telah sukses dilaksanakan pada 3 Juni 2026, dilanjutkan dengan prosesi mepeed-peedan.
Rangkaian Acara Hingga Pengeluwuran
Prosesi Nganyarin yang dihadiri Wabup Bagus Alit Sucipta menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian panjang upacara. Setelah puncak karya dan prosesi mepeed-peedan, rangkaian akan diakhiri dengan prosesi nyineb atau pengeluwuran pada Kamis (11/6).
Tokoh masyarakat I Wayan Muntra beserta para prajuru adat setempat turut hadir mendampingi jalannya upacara. Warga Banjar Tanggayuda tampak antusias menyambut kedatangan pejabat daerah yang dianggap sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap tradisi dan budaya lokal.