YOGYAKARTA — Provinsi Bali keluar sebagai juara pertama dalam kompetisi penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting tingkat regional Jawa-Bali. Penghargaan diserahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mewakili Kemendagri di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel.
Gubernur Wayan Koster dinilai berhasil mengoordinasikan seluruh kabupaten dan kota di Bali sehingga capaian di tingkat daerah ikut mendongkrak prestasi provinsi. Empat daerah di Pulau Dewata juga menyabet penghargaan serupa di kategori masing-masing.
Dominasi Kabupaten dan Kota di Bali
Untuk kategori kabupaten, Kabupaten Badung meraih predikat terbaik pertama, disusul Kabupaten Gianyar di posisi kedua, dan Kabupaten Tabanan di urutan ketiga. Sementara itu, Kota Denpasar memastikan diri sebagai yang terbaik di tingkat kota.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Bupati Tabanan Komang Sanjaya, dan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra hadir menerima langsung penghargaan tersebut.
Angka Kemiskinan dan Stunting Terendah Nasional
Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan Bali berhasil ditekan hingga 3,42 persen — terendah secara nasional dan jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 8,25 persen. Prevalensi stunting juga turun drastis menjadi 7,2 persen, menjadikan Bali satu-satunya provinsi dengan angka di bawah 10 persen.
Tingkat pengangguran terbuka di Bali tercatat 1,45 persen, kembali menjadi yang terendah di Indonesia. Gini ratio provinsi ini berada di angka 0,333, lebih baik dari rata-rata nasional 0,363, yang menandakan distribusi pendapatan semakin merata.
Insentif Rp3 Miliar dan Semangat Kompetisi Sehat
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan penghargaan ini merupakan bentuk keseimbangan dari pengawasan ketat yang selama ini diberikan ke daerah. “Kali ini kita berikan carrot-nya supaya imbang, dengan harapan timbul extreme competition dan semangat saling bersaing yang sehat,” ujar Tito.
Ia juga menambahkan bahwa banyak kepala daerah dengan kinerja bagus yang perlu diangkat ke permukaan. “Terlepas dari ada beberapa oknum yang bermasalah, inilah tujuan kita — agar ada trust dari masyarakat kepada para kepala daerah,” kata Tito.
Sistem penilaian tahun ini dibagi menjadi enam regional agar kompetisi lebih adil bagi daerah dengan kemampuan fiskal terbatas. Bagi daerah yang belum mendapat penghargaan, masih ada dua putaran evaluasi berikutnya.
Capaian Pembangunan Lain yang Melampaui Target
Pendapatan per kapita masyarakat Bali meningkat menjadi Rp72,66 juta. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 79,37, dengan usia harapan hidup 75,46 tahun. Capaian ini menunjukkan kinerja pembangunan Bali tahun 2025 berada pada kategori sangat baik dan melampaui target yang direncanakan.