Pencarian

Gubernur Bali Wayan Koster Pimpin Aksi Bersih Sampah di Pantai Samuh Badung, Dorong Pertobatan Ekologis Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 07 Juni 2026 • 22:58:31 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster Pimpin Aksi Bersih Sampah di Pantai Samuh Badung, Dorong Pertobatan Ekologis Menuju Indonesia Emas 2045
Gubernur Bali Wayan Koster memimpin aksi bersih sampah di Pantai Samuh Badung dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

BADUNG — Gubernur Bali Wayan Koster membaur bersama ratusan peserta menyusuri pesisir Pantai Samuh sambil memunguti sampah plastik. Aksi bersih-bersih berlangsung penuh semangat hingga kawasan pantai kembali bersih. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Pertobatan Ekologis Jadi Pesan Utama

Sebelum korve dimulai, Gubernur Koster membacakan arahan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. Dalam arahannya, Menteri Jumhur menyebut dunia saat ini menghadapi triple planetary crisis: perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

Ketiga krisis itu saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, serta sosial secara global. Menteri Jumhur menekankan bahwa isu lingkungan hidup harus mendapat perhatian bersama demi keberlangsungan generasi mendatang.

Indonesia Rentan Bencana Hidrometeorologis

Menteri Jumhur mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Lebih dari 60 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir yang berpotensi terdampak kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, dan gangguan ketahanan pangan.

"Lebih dari 90% bencana di Indonesia bersifat hidrometeorologis, seperti banjir, longsor, dan kekeringan," sebutnya dalam arahan yang dibacakan Gubernur Koster.

51 Juta Ton Sampah per Tahun, 74 Persen Tak Terkelola

Persoalan sampah juga menjadi tantangan besar. Setiap tahun Indonesia menghasilkan sekitar 51 juta ton sampah dan sebanyak 74 persen di antaranya belum terkelola secara optimal. Sebagian besar sampah berakhir di TPA yang masih menggunakan metode open dumping.

"Praktik ini tidak hanya menimbulkan masalah kebersihan, tetapi juga pencemaran lingkungan, gas metana, dan ancaman terhadap kesehatan, kualitas hidup, dan keberlanjutan ekosistem," jelas Menteri Jumhur. Ia menambahkan bahwa hampir seluruh TPA di Indonesia mengalami kelebihan kapasitas.

Gerakan Indonesia ASRI dan Momentum Perubahan Perilaku

Menteri Jumhur mengajak seluruh masyarakat melakukan pertobatan ekologis sebagai langkah perubahan perilaku dalam menjaga lingkungan. "Pertobatan ekologis bukan sekadar kata-kata, tetapi sebuah panggilan untuk merenung dan mengubah cara kita berinteraksi dengan alam," ucapnya.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 juga dirangkaikan dengan pencanangan Gerakan Indonesia ASRI. Gerakan ini diharapkan mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin beretika terhadap lingkungan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menteri Jumhur mendorong masyarakat mengurangi penggunaan plastik dan sampah sekali pakai, melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Usai korve, Gubernur Koster dan Bupati Adi Arnawa mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat nasional secara daring.

Bagikan
Sumber: updatebali.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks