DENPASAR — Instruksi itu tertuang dalam Surat Pemprov Bali Nomor B.01.400.7/34847/SETDA tertanggal 29 Juli 2026 yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Bali. Layanan gratis dimulai pukul 08.00 WITA di seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta.
Gubernur Koster menyebut bahwa esensi utama Tumpek Krulut adalah memuliakan kehidupan manusia. “Pelayanan kesehatan merupakan investasi bersama untuk membangun SDM Bali yang berkualitas. Melalui layanan gratis serentak ini, kami mengajak seluruh krama Bali untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan datang dan memeriksakan kondisi kesehatan sejak dini bersama keluarga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (31/7).
Faskes Swasta dan Pemerintah Wajib Buka Bersamaan
Tidak hanya puskesmas dan RSUD, klinik serta rumah sakit swasta di seluruh Bali juga diminta berpartisipasi. Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah mengoordinasikan jajaran dinas kesehatan kabupaten/kota untuk mematangkan sarana dan sosialisasi ke masyarakat.
Para kepala daerah diminta memimpin langsung pengawasan di wilayah masing-masing. Langkah ini untuk memastikan tidak ada faskes yang tutup atau membatasi layanan pada hari tersebut.
Mengapa Momentum Tumpek Krulut Dipilih?
Tumpek Krulut dalam tradisi Hindu Bali dikenal sebagai hari kasih sayang. Koster ingin menggeser makna perayaan dari sekadar ritual menjadi aksi sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Pemprov menargetkan ribuan warga bisa memeriksakan kesehatan tanpa terbebani biaya. Pemeriksaan meliputi tensi darah, gula darah, kolesterol, hingga konsultasi dokter umum.
Respons Masyarakat dan Persiapan Akhir
Sejumlah puskesmas di Denpasar dan Badung sudah mulai memasang spanduk pengumuman sejak Rabu (30/7). Beberapa kelurahan juga menyebarkan informasi lewat pengeras suara di banjar-banjar.
“Kami siapkan tenaga tambahan karena antrean diprediksi membeludak,” ujar salah satu kepala puskesmas di Gianyar yang enggan disebutkan namanya. Pemprov mengimbau warga membawa KTP atau Kartu Keluarga saat datang ke faskes.