TABANAN — Festival Jatiluwih 2026 mendapat pengakuan nasional setelah masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) Kemenpar. Event yang digelar di kawasan Subak Jatiluwih, Tabanan, Bali ini mengusung konsep sport tourism dan panen raya massal untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sport Tourism: Berlari di Tengah Sawah Terasering
Salah satu agenda utama festival ini adalah ajang olahraga yang dikemas dengan panorama alam. Peserta akan diajak berlari atau bersepeda melintasi pematang sawah dan pura-pura kuno di kawasan Warisan Budaya Dunia UNESCO tersebut.
Rute yang disiapkan menembus area persawahan seluas 300 hektare. Peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menikmati langsung aktivitas petani lokal yang tengah memanen padi.
Panen Raya Massal: Wisatawan Ikut Memotong Padi
Festival ini juga menghadirkan panen raya massal yang melibatkan wisatawan. Pengunjung bisa turun ke sawah dan belajar memotong padi menggunakan ani-ani, alat tradisional petani Bali.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan sistem irigasi Subak yang telah diakui UNESCO. Wisatawan akan didampingi oleh petani setempat yang menjelaskan filosofi dan tata cara bertani ala masyarakat Bali.
Dampak bagi Ekonomi Lokal dan Pariwisata Tabanan
Masuknya Festival Jatiluwih dalam KEN 2026 menjadi angin segar bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan. Para pedagang makanan khas, pengrajin souvenir, dan penyedia jasa homestay diprediksi kebanjiran pesanan selama event berlangsung.
Kepala Dinas Pariwisata Tabanan menyebutkan bahwa festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jatiluwih hingga 30 persen. Saat ini, kawasan tersebut rata-rata dikunjungi 1.500 wisatawan per hari.
Jadwal dan Persiapan Menuju 2026
Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama pengelola kawasan Subak Jatiluwih mulai menyusun detail rangkaian acara. Persiapan infrastruktur seperti jalur trekking, area parkir, dan pos kesehatan menjadi prioritas.
Festival Jatiluwih 2026 dijadwalkan berlangsung pada puncak musim panen raya, sekitar April hingga Mei. Panitia juga menyiapkan paket wisata terintegrasi yang menggabungkan sport tourism, kuliner, dan budaya lokal.