Pencarian

BPJS Kesehatan Denpasar Turun ke Banjar dan Desa, 3.929.447 Warga Bali Aktif tapi Masih Ada Celah Tunggakan

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:04:36 WIB
BPJS Kesehatan Denpasar Turun ke Banjar dan Desa, 3.929.447 Warga Bali Aktif tapi Masih Ada Celah Tunggakan
Petugas BPJS Kesehatan Denpasar melakukan kunjungan langsung ke banjar untuk menekan angka tunggakan iuran peserta mandiri.

DENPASAR — Tim BPJS Kesehatan Cabang Denpasar kini menyusuri gang-gang permukiman dan balai banjar untuk menemui warga secara langsung. Bukan sekadar sosialisasi biasa, mereka membawa misi spesifik: menekan angka peserta tidak aktif yang sebagian besar disebabkan oleh tunggakan iuran kategori mandiri.

Data terbaru menunjukkan bahwa hampir 10 persen peserta JKN di Bali dalam status non-aktif. Angka ini setara dengan populasi satu kota kecil. “Kami memanfaatkan kanal layanan tatap muka dan ada juga tanpa tatap muka,” kata Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Kedeputian BPJS Kesehatan Wilayah XI, Made Sukmayanti, di Denpasar, Jumat.

Kenapa Peserta JKN Bisa Tiba-Tiba Tidak Aktif?

Made Sukmayanti mengidentifikasi setidaknya tiga celah utama yang menyebabkan status kepesertaan berganti. Pertama, peserta mandiri yang menunggak pembayaran iuran. Kedua, peserta yang sebelumnya masuk kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) beralih ke mandiri karena kondisi ekonomi membaik. Ketiga, anak-anak yang sebelumnya ditanggung pemberi kerja—orang tuanya—kini sudah masuk perguruan tinggi atau menjadi angkatan kerja, sehingga otomatis lepas dari tanggungan.

“Apabila peserta JKN tidak aktif, dikhawatirkan terkendala ketika memerlukan perawatan medis di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Apa yang Ditawarkan kepada Warga yang Menunggak?

Dalam setiap kunjungan ke banjar, petugas BPJS tidak hanya datang dengan data tunggakan. Mereka membawa solusi. Salah satu yang paling ditekankan adalah fasilitas rehabilitasi kepesertaan melalui aplikasi Mobile JKN. Warga yang menunggak bisa mengakses menu tersebut untuk menyusun rencana pembayaran atau mengaktifkan kembali status kepesertaannya tanpa harus ke kantor cabang.

Selain itu, BPJS Denpasar juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan administrasi berbasis pesan WhatsApp di nomor 08118165165. Jalur digital ini, menurut Made, dirancang untuk mengakomodasi warga yang tidak sempat datang ke balai banjar saat sosialisasi berlangsung.

Layanan Digital Jadi Andalan agar Warga Tak Perlu Antre

Tak hanya WhatsApp dan Mobile JKN, BPJS juga mengoptimalkan website resmi dan kode QR yang terpasang di setiap fasilitas kesehatan. Dengan pemindaian QR, warga bisa langsung mengecek status kepesertaan, melihat tagihan, hingga mengetahui fasilitas kesehatan terdekat yang bisa mereka datangi.

Made menambahkan bahwa kombinasi antara jemput bola ke banjar dan kanal digital ini diharapkan bisa mengejar target kepesertaan aktif di atas 95 persen. “Kami tidak ingin ada warga yang baru sadar pentingnya JKN saat sudah sakit,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks