Pencarian

Laba Indosat Melonjak 37,2% jadi Rp 4,92 T, HATM Beli Kapal Rp 457 M

Kamis, 29 Oktober 2026 • 09:23:31 WIB
Laba Indosat Melonjak 37,2% jadi Rp 4,92 T, HATM Beli Kapal Rp 457 M
Kinerja keuangan Indosat (ISAT) mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga kuartal III 2026.

BALI — PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba bersih Rp 4,92 triliun hingga September 2026, naik 37,2% dari Rp 3,59 triliun pada periode sama tahun lalu. Di saat bersamaan, PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) merogoh US$ 25,60 juta atau sekitar Rp 457,11 miliar untuk membeli kapal bulk carrier Union Lotus.

Kinerja ISAT ditopang pendapatan yang tumbuh 11,1% secara tahunan menjadi Rp 45,75 triliun. Laba usaha perseroan bahkan melesat lebih kencang, 25,5% ke Rp 9,84 triliun, sejalan dengan kenaikan total beban yang relatif lebih rendah, yakni 7,8%.

Segmen Seluler Masih Jadi Tulang Punggung Indosat

Dari sisi bisnis, layanan seluler tetap menjadi sumber pendapatan terbesar ISAT dengan kontribusi Rp 37,85 triliun, naik 9,5% secara tahunan. Segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 20,7% menjadi Rp 7,24 triliun.

Pertumbuhan MIDI yang dua kali lipat lebih cepat dari segmen seluler menandakan pergeseran bauran pendapatan perseroan ke layanan data. Bagi investor, kombinasi pertumbuhan pendapatan dua digit dan kenaikan laba usaha yang lebih tinggi dari kenaikan beban menjadi indikator efisiensi operasional yang membaik.

HATM Tambah Armada demi Penuhi Permintaan Pelanggan

Langkah ekspansi HATM dilakukan dengan membeli kapal dari Coastline Shipping Limited (CSL). Setelah dibeli, Union Lotus akan disewakan kembali ke CSL melalui skema time charter jangka panjang. CSL merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan HATM.

Nilai transaksi setara 27,92% dari ekuitas HATM sehingga masuk kategori transaksi material. Meski demikian, aksi korporasi ini tidak memerlukan persetujuan RUPS.

Berdasarkan posisi proforma per 30 Juni 2026, pembelian kapal membuat aset lancar HATM turun 24,76%, sementara aset tidak lancar naik 33,36% seiring penggunaan dana untuk memperoleh aset berupa kapal.

Pendapatan dari kontrak time charter berpotensi menambah pendapatan berulang HATM di atas capaian 9M26 yang tercatat Rp 839,65 miliar. Besaran tambahannya belum bisa dihitung karena tarif dan jangka waktu sewa belum disampaikan.

MGLV Siapkan Rights Issue Rp 2,54 Triliun

PT Nexai Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) bersiap melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 285,73 juta saham baru bernilai nominal Rp 20 per saham. Setiap pemegang 100 saham lama berhak atas 15 HMETD, dengan harga pelaksanaan Rp 8.880 per saham.

Dana maksimal Rp 2,54 triliun yang dihimpun akan dialokasikan untuk pengambilalihan piutang dan pelunasan sebagian pinjaman kepada NDC senilai Rp 1,57 triliun. Sebanyak Rp 800 miliar disiapkan sebagai setoran modal ke anak usaha guna mendukung pengembangan AI data center di Batang dan Cikarang, sisanya untuk modal kerja.

Pemegang saham utama MGLV, PT Nextier Datamate Center (NDC), yang menguasai 62,71% saham, akan mengambil seluruh haknya dengan nilai sekitar Rp 1,59 triliun. Tidak ada pembeli siaga dalam aksi ini. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi terdilusi maksimal 13,04%.

Jadwalnya: cum date HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 4 November 2026, recording date 6 November 2026, sedangkan perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung 10-23 November 2026.

IHSG Ditutup Menguat, Asing Masih Net Buy

Indeks Harga Saham Gabungan mengakhiri perdagangan Rabu (28/10) di level 5.282,31, naik 0,31%. BBCA memimpin penguatan dengan kenaikan 7,65%, disusul ASII 7,99% dan AMMN 3,72%. Sebaliknya, TLKM turun 3,27%, BRPT 6,79%, dan DSSA 5,80%.

Investor asing membukukan net buy Rp 257,74 miliar di pasar reguler dan Rp 664,24 miliar di seluruh pasar. Dari 11 sektor di BEI, hanya tiga yang menguat, dengan sektor Health sebagai penguat terbesar naik 1,71%. Sektor Infrastructure turun paling dalam, 2,13%.

BEI menetapkan ASII, BBCA, BUMI, BRPT, dan INDF sebagai saham yang dikecualikan dari daftar efek yang dapat ditransaksikan lewat mekanisme short selling untuk periode November 2026. Ketentuan itu tidak mengubah aktivitas perdagangan reguler pada saham-saham tersebut.

Di bursa Amerika Serikat, Dow Jones naik 0,19% ke 52.475, S&P 500 bertambah 0,28% ke 7.743, dan Nasdaq menguat 0,27% ke 26.549. ETF EIDO menguat 1,06% dan indeks MSCI Indonesia naik 2,13%.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks