Pencarian

Konsul Jenderal Australia dan Katalis 2.0 Pertemukan Pebisnis Bali, Incar Perdagangan hingga Kesehatan Inklusif

Selasa, 27 Oktober 2026 • 16:46:01 WIB
Konsul Jenderal Australia dan Katalis 2.0 Pertemukan Pebisnis Bali, Incar Perdagangan hingga Kesehatan Inklusif
Konsul Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, berbicara dalam forum jejaring bersama Katalis di Denpasar.

DENPASAR — Konsulat Jenderal Australia di Bali menggelar jejaring dan focus group discussion bersama Katalis untuk menghubungkan pelaku usaha lokal dengan mitra dagang Australia. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 20 dan 21 Oktober 2026, dengan agenda memetakan prioritas bisnis, hambatan pertumbuhan, dan peluang kerja sama lintas negara.

Katalis 2.0 menjadi pintu masuk bagi dunia usaha Bali untuk memanfaatkan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Perjanjian dagang bebas itu berlaku sejak Juli 2020 dan dirancang mempermudah arus barang, jasa, serta investasi kedua negara.

Bali Jadi Pasar Terbesar Wisatawan Australia

Kedekatan Bali dengan Australia memberi fondasi kuat bagi kerja sama usaha yang lebih dalam. Pada 2025, Bali menerima lebih dari 1,6 juta kunjungan wisatawan Australia — pasar mancanegara terbesar dengan kontribusi hampir seperempat dari total kunjungan asing ke Pulau Dewata.

Angka itu membuat pelaku usaha Bali punya pengalaman langsung bersinggungan dengan selera dan kebutuhan pasar Australia. Katalis memakai modal tersebut untuk membuka jalur kemitraan yang lebih terarah, bukan sekadar forum seremonial.

Agribisnis, Keuangan Digital, dan Kesehatan Inklusif Jadi Fokus

Diskusi dua hari menyoroti tiga sektor yang dinilai paling siap dikembangkan. Pertama, agribisnis sebagai tulang punggung ekonomi Bali yang beririsan dengan kebutuhan pasokan Australia. Kedua, keuangan digital yang tumbuh cepat di kalangan UMKM dan pelaku usaha muda.

Sektor ketiga adalah kesehatan dan inklusi penyandang disabilitas. Isu ini terhubung dengan Access Indonesia, platform informasi aksesibilitas yang dikembangkan bersama Bali Buddies, platform gaya hidup digital dan perjalanan terkemuka.

Konsul Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, menyebut pelaku usaha Bali membawa gagasan yang dibutuhkan untuk memperkuat kemitraan bilateral.

"Dunia usaha di Bali membawa pengalaman dan gagasan berharga bagi kemitraan ekonomi bilateral kita. Menghubungkan mereka dengan Katalis membantu kami memahami di sektor mana kerja sama yang lebih erat dengan Australia dapat mendukung ambisi bisnis mereka," ujar Jo Stevens.

Katalis 2.0 Berjalan Lima Tahun, Dibiayai Pemerintah Australia

Katalis 2.0 merupakan program lima tahun yang seluruh pendanaannya berasal dari Pemerintah Australia. Program ini menyasar pelaku usaha di kedua negara agar bisa mengambil manfaat maksimal dari IA-CEPA, termasuk usaha kecil yang selama ini kesulitan menembus pasar ekspor.

Ketua Tim Katalis, Kristy Baker, menegaskan forum ini dipakai untuk mendengar langsung keluhan dan harapan pelaku usaha.

"Kami ingin memahami di mana pelaku usaha melihat adanya peluang, tantangan apa yang mungkin mereka hadapi, serta bagaimana kemitraan Indonesia-Australia dapat memberikan dampak nyata," kata Kristy Baker.

Konsultasi Regional Berlanjut ke Wilayah Lain

Pertemuan di Bali bukan kegiatan tunggal. Dengan dukungan pemerintah Indonesia dan Australia, Katalis tengah menjalankan konsultasi regional di sejumlah wilayah untuk mengumpulkan masukan.

Hasil konsultasi akan dipakai membangun kemitraan yang layak secara komersial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Bagi pelaku usaha Bali, jalur ini membuka akses langsung ke program pendampingan yang tidak membebani modal awal.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: atnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks