BADUNG — Penandatanganan PKS berlangsung di Kantor Seven Stones Indonesia, Jalan Sunset Road No.9a, Seminyak, Kecamatan Kuta. Kedua perusahaan sepakat saling memperkenalkan klien yang memenuhi kualifikasi, dengan persetujuan klien, untuk jasa di bidang keahlian masing-masing.
Dalam skema itu, Soebagio & Partners menata struktur permodalan dan bernegosiasi langsung dengan bank-bank Indonesia serta sumber permodalan lokal. Seven Stones Indonesia masuk dari sisi properti, hukum, dan layanan masuk pasar yang sudah digelutinya sejak 2016.
Kesenjangan Pembiayaan yang Jadi Sasaran Kerja Sama
Minat investor terhadap properti Indonesia disebut tetap kuat dan berkelanjutan. Namun sebagian besar modal asing yang masuk ke pasar ini masih dibiayai secara tunai sepenuhnya.
Pola itu membuat investor kehilangan efisiensi modal karena tidak punya keahlian penataan struktur untuk mengakses sektor perbankan Indonesia. Kerja sama ini dirancang menutup celah tersebut dengan memadukan ekuitas investor dan pembiayaan utang perbankan serta ekuitas swasta lokal.
"Setiap investor yang kami temui memiliki ekuitas. Hampir semua tidak memiliki akses ke pembiayaan perbankan Indonesia. Kesenjangan itulah sumber terbesar dari potensi keuntungan yang belum terealisasi di pasar ini. Dan hal itulah yang ingin kami berikan melalui kerja sama ini," ujar Okki Soebagio, Founding Principal, Soebagio & Partners.
Modal Kepercayaan Investor Jadi Bekal Seven Stones
Seven Stones Indonesia mendirikan basis kepercayaan di sisi properti selama hampir satu dekade. Pengalaman itu yang dinilai membuat kerja sama ini bisa langsung menyentuh sisi pembiayaan.
"Kami telah membangun kepercayaan investor di sisi properti selama hampir satu dekade. Kerja sama ini berarti kepercayaan tersebut kini meluas hingga ke sisi pembiayaan," tambah Terje Nilsen, Direktur Seven Stones Indonesia.
Siapa Kedua Perusahaan
Soebagio & Partners merupakan konsultan strategi dan permodalan independen di Bali dan Jakarta. Layanannya mencakup penggalangan modal, pembiayaan utang, dan penataan struktur transaksi di berbagai sektor, termasuk perhotelan dan properti.
Seven Stones Indonesia berkantor di Bali dan Jakarta dengan layanan properti, hukum, serta pendampingan masuk pasar bagi individu dan perusahaan yang berinvestasi di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada 2016.
Bagi pasar properti Bali, kerja sama ini menambah jalur pembiayaan di luar skema tunai yang selama ini mendominasi transaksi investor asing. Implementasinya bergantung pada seberapa cepat klien dari kedua sisi bisa dicocokkan dan disetujui untuk masuk ke proses penataan kredit perbankan.