BALI — Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia menilai pemahaman masyarakat soal daya jelajah, performa, dan efisiensi motor listrik masih jadi penghambat utama perluasan pasar. Ketua Umum AISMOLI Budi Setiyadi menyebut edukasi calon konsumen kini lebih menentukan daripada sekadar ketersediaan model. Pameran Big Bang Auto Festival 2026 di JIExpo Kemayoran, 25 Desember 2026–5 Januari 2027, disiapkan sebagai ajang pengenalan langsung kendaraan listrik ke publik.
Budi Setiyadi menyampaikan penilaian itu di Jakarta, Rabu (21/10/2026), dengan menyoroti masih minimnya informasi yang diterima calon pembeli soal karakter motor listrik. Menurut dia, momentum mendorong penggunaan kendaraan listrik sebenarnya semakin relevan, terutama sebagai alternatif mobilitas harian yang bisa menekan konsumsi bahan bakar minyak.
Daya Jelajah dan Efisiensi Belum Dipahami Calon Pembeli
Persoalan yang diangkat AISMOLI bukan soal harga atau jumlah model, melainkan pemahaman dasar konsumen. Budi menyebut banyak orang belum tahu bagaimana motor listrik bekerja, seberapa jauh daya jelajahnya, apa manfaatnya, dan seberapa efisien penggunaannya.
"Masih banyak di antara kita yang belum tahu bagaimana motornya, daya jelajahnya bagaimana, manfaatnya bagaimana, dan efisiensinya bagaimana," ujarnya seperti dikutip VIVA Otomotif.
Kesenjangan informasi itu membuat motor listrik sulit bersaing di luar segmen pengguna awal. Padahal, kata Budi, kendaraan listrik menawarkan penghematan biaya mobilitas harian sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Transportasi Daring dan Pengantaran Barang Jadi Pintu Masuk
Industri motor listrik tidak menunggu konsumen datang sendiri. AISMOLI mencatat kerja sama dengan pelaku usaha, terutama di sektor transportasi daring dan layanan pengantaran barang, sebagai salah satu jalur perluasan penggunaan kendaraan listrik.
Pemanfaatan untuk kegiatan operasional dinilai lebih mudah terukur karena pengendara bisa langsung merasakan selisih biaya harian. Dari situ, pengalaman pemakaian di lapangan diharapkan menyebar ke konsumen perorangan.
Big Bang Auto Festival 2026 Jadi Ajang Edukasi Langsung
Upaya memperkenalkan kendaraan listrik secara langsung hadir lewat Big Bang Auto Festival 2026, bagian dari Big Bang Festival yang berlangsung 25 Desember 2026 hingga 5 Januari 2027 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang ini menampilkan sepeda motor konvensional, sepeda motor listrik, suku cadang, hingga aktivitas lelang kendaraan.
Promosi akhir tahun untuk sejumlah kategori kendaraan dan produk pendukung otomotif juga disiapkan. Bagi AISMOLI, pameran semacam ini memberi ruang bagi calon pembeli untuk melihat dan mencoba langsung, bukan hanya membaca spesifikasi.
Founder Rev Matrix Factory, Rudi MF, mengatakan penyelenggaraan program tersebut bertujuan mendekatkan industri otomotif dengan masyarakat melalui kegiatan belanja dan hiburan.
"Big Bang Festival memiliki karakter sebagai destinasi belanja dan hiburan akhir tahun. Kami melihat peluang untuk membawa otomotif ke dalam pengalaman tersebut, sehingga masyarakat yang datang untuk berbelanja atau menikmati hiburan juga bisa mengenal berbagai pilihan kendaraan," tutur Rudi.
Yang Perlu Diketahui Calon Pembeli Motor Listrik
Dari paparan AISMOLI, ada tiga hal yang paling sering luput dari perhatian calon konsumen:
- Daya jelajah aktual, bukan hanya angka klaim pabrikan
- Efisiensi biaya pengisian dibandingkan pengeluaran BBM harian
- Kesesuaian karakter motor listrik dengan pola perjalanan sehari-hari
Ketiga hal itu menentukan apakah motor listrik benar-benar cocok untuk kebutuhan mobilitas seseorang. Tanpa pemahaman tersebut, motor listrik berisiko tetap dipandang sebagai pilihan sekunder.