MANGUPURA — Penyerahan Keyboard Aksara Bali berlangsung di sela forum internasional ICANN87 yang mempertemukan pengelola nama domain dari berbagai negara. Gubernur Koster menegaskan komitmennya melestarikan Aksara Bali melalui dukungan terhadap digitalisasi warisan budaya.
Peluncuran SLD Aksara Bali, Jawa, dan Pegon oleh PANDI menjadi bagian dari rangkaian acara yang sama. Inisiatif tersebut bertujuan agar identitas budaya Indonesia tetap hidup dan digunakan secara nyata di ruang digital.
Fadli Zon: Digitalisasi Aksara Nusantara Perkuat Identitas Daerah
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasinya terhadap langkah tersebut. Menurut dia, digitalisasi aksara menjadi cara mengekspresikan identitas daerah lewat infrastruktur digital global.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya untuk mengekspresikan identitas daerah melalui digitalisasi aksara Nusantara dalam infrastruktur digital global," jelas Fadli Zon.
Dengan masuknya aksara daerah ke infrastruktur internet, masyarakat mendapat ruang lebih luas untuk memakainya dalam aktivitas digital sehari-hari. Aksara daerah tidak lagi hanya tersimpan sebagai dokumen sejarah atau simbol budaya masa lalu.
Dorong Standardisasi Aksara Nusantara di Tingkat Global
Inisiatif ini juga menyasar pengakuan dan standardisasi di tingkat internasional. Upaya tersebut diharapkan membuat bahasa dan tulisan lokal Indonesia semakin dikenal dalam infrastruktur internet global.
Sebelumnya, komitmen Gubernur Koster terhadap digitalisasi Aksara Bali ditunjukkan melalui peluncuran SLD .bali beraksara Bali di Gedung Ksirarnawa, Denpasar, pada 11 Desember 2025. Dalam kesempatan itu, Koster menekankan bahwa penggunaan Aksara Bali bukan sekadar aktivitas budaya.
Menurut Koster, penggunaan Aksara Bali merupakan bentuk pemuliaan terhadap warisan adiluhung leluhur yang memiliki nilai tinggi. Dia berharap penggunaan aksara tersebut semakin luas dan masif, termasuk di ruang digital, pemerintahan, pendidikan, hingga sektor usaha.