Pencarian

Kuburan Batu Toraja Utara Rusak Terbakar, Kemenbud Siapkan Pemulihan

Selasa, 27 Oktober 2026 • 19:26:31 WIB
Kuburan Batu Toraja Utara Rusak Terbakar, Kemenbud Siapkan Pemulihan
Kebakaran di Baruppu, Toraja Utara, merusak belasan hingga puluhan liang atau kuburan batu yang menjadi warisan budaya masyarakat Toraja.

BALI — Kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Baruppu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, merusak belasan hingga puluhan liang atau kuburan batu yang menjadi bagian warisan budaya masyarakat Toraja. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan tim akan diturunkan untuk mendata tingkat kerusakan sebelum langkah restorasi ditentukan. Peristiwa yang berlangsung Jumat (23/10) hingga Sabtu (24/10) itu masih menyisakan tanda tanya soal penyebabnya.

Kawasan terdampak berada di Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu Utara. Api menjalar sampai ke tebing yang menjadi lokasi kuburan batu, sehingga vegetasi dan sejumlah peti di dalam liang ikut terbakar.

Kepala Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara Riantho Yusuf Sangkelo menyebut kerusakan tersebar di tiga titik berbeda. "Itu kuburan namanya liang. Jadi ada belasan atau puluhan liang itu karena tiga titik yang berbeda tempatnya. Sempat ada itu (peti terbakar)," kata Riantho kepada detikSulsel, Minggu (25/10).

Berapa Liang yang Terdampak?

Hingga kini belum ada angka pasti jumlah liang yang rusak. Pendataan lapangan baru akan menentukan seberapa luas kerusakan struktur batu dan benda di dalamnya.

Fadli Zon menegaskan inventarisasi menjadi dasar penentuan bentuk perbaikan. "Kalau ada situs-situs yang terdampak, kita akan lakukan inventarisasi dan nanti bagaimana revitalisasi atau restorasi terhadap situs-situs tersebut," ujarnya di Makassar, Selasa (27/10/2026).

Dugaan Penyebab: Ulah Manusia atau Faktor Alam

Warga sempat melihat seseorang berada di lokasi dan diduga memicu api sebelum melarikan diri. "Penyebabnya itu ada sempat orang yang melihat membakar. Artinya mungkin iseng atau apa, tapi dikejar sama belum diketahui pasti sama masyarakat siapa," kata Riantho.

Fadli menyoroti dua kemungkinan yang sama-sama masuk kajian. "Memang kebakaran ini kan tentu bisa disebabkan dua hal. Satu karena ulah manusia yang melakukan dengan kesengajaan. Saya kira ini satu tindakan kriminal yang sangat biadab, merusak," katanya.

Faktor alam juga tak dikesampingkan. "Tapi ada juga yang karena faktor alam yang memang dipicu karena El Nino yang panjang sehingga bisa memercik atau memicu kebakaran," ujar Fadli.

Apa Nilai Budaya Kuburan Batu Toraja?

Liang bukan sekadar makam. Bagi masyarakat Toraja, kuburan batu di tebing menyimpan identitas keluarga dan menjadi penanda silsilah yang diwariskan lintas generasi.

Karena itu, kerusakan di Baruppu menyentuh dua sisi sekaligus: kehilangan benda bersejarah dan luka pada memori kolektif warga. Pemerintah menyatakan akan memastikan kondisi situs lebih dulu sebelum menentukan bentuk pemulihan.

Kapan Pemulihan Dimulai?

Belum ada jadwal resmi restorasi. Kementerian Kebudayaan masih mengumpulkan data kerusakan, termasuk memastikan apakah struktur tebing ikut labil pasca-kebakaran.

Fadli menyebut langkah pemulihan akan mengacu pada hasil pendataan tim. "Tentu ini sesuatu yang sangat memprihatinkan dan kita sedang mengumpulkan juga nanti data-datanya yang terkait hal ini apa yang bisa kita lakukan di dalam pemulihannya, restorasinya," ujarnya.

Bagi traveler yang hendak berkunjung ke kawasan Baruppu, informasi terkini soal akses dan kondisi situs dapat dikonfirmasi ke Dinas Pariwisata Toraja Utara. Musim kemarau panjang tahun ini membuat kawasan tebing dan vegetasi sekitarnya rawan terbakar, sehingga kunjungan sebaiknya menghindari aktivitas yang memicu api.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks