Pencarian

Wonosobo Pernah Jadi Kota Paling Macet di Indonesia, Kalahkan Bogor

Minggu, 18 Oktober 2026 • 16:54:01 WIB
Wonosobo Pernah Jadi Kota Paling Macet di Indonesia, Kalahkan Bogor
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyebut kemacetan hingga enam jam pernah terjadi akibat tingginya arus wisatawan menuju Dieng.

BALI — Kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah pernah mencatat kemacetan hingga enam jam dalam satu hari, sebuah rekor yang disebut mengungguli Bogor sebagai daerah paling macet se-Indonesia. Kondisi itu muncul akibat tingginya arus wisatawan yang menuju kawasan Dieng pada akhir pekan. Bagi traveler yang berencana ke Dieng, memahami pola kepadatan ini penting agar perjalanan tidak habis di jalan.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengungkapkan rekor kemacetan tersebut saat memberikan sambutan dalam peresmian hotel Artotel Wanasaba di Wonosobo. Menurutnya, persoalan itu bahkan pernah masuk dalam pembahasan rapat di Mabes Korlantas Polri.

"Kita pernah mendapati rekor kabupaten paling macet se-Indonesia. Ini masuk dalam rapat Korlantas Mabes Polri, itu disampaikan dalam (meeting) zoom. Jadi kita itu mengungguli Bogor. Biasanya kan Bogor yang macet, ini Wonosobo macetnya enam jam," kata Afif.

Mengapa Dieng Jadi Magnet Kunjungan

Kemacetan panjang itu bukan tanpa sebab. Dieng selama ini menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke Wonosobo, membawa rombongan keluarga, komunitas, hingga pelancong solo.

Di luar Dieng, Wonosobo punya panorama pegunungan, udara sejuk, dan kekayaan budaya yang menambah alasan orang berlama-lama. Sektor kuliner juga ikut menarik kunjungan, terutama sagon dan mie ongklok yang jadi buruan pelancong.

Afif menilai kepadatan itu justru menandakan besarnya minat pasar terhadap daerahnya. "Karena banyak orang yang ingin ke Dieng ini pertanda bahwa banyak orang yang datang," ujarnya.

Dampak bagi Traveler yang Merencanakan Liburan

Bagi yang hendak berangkat, enam jam adalah durasi yang harus dihitung dalam itinerary. Perjalanan dari kota-kota besar di Jawa Tengah menuju kawasan Dieng memang melewati jalur pegunungan yang menyempit di beberapa titik.

Puncak kepadatan biasanya terjadi pada akhir pekan, saat rombongan wisatawan domestik berangkat bersamaan. Traveler yang memilih hari kerja berpeluang mendapat arus lebih lancar dan ruang lebih lega di spot foto.

Pemerintah daerah menyadari lonjakan kunjungan menuntut kesiapan infrastruktur, fasilitas pendukung, dan kenyamanan wisatawan. Pembenahan jalur, area parkir, dan titik istirahat menjadi pekerjaan rumah yang berjalan beriringan dengan promosi wisata.

Keramahan Warga Jadi Faktor Penentu

Afif menekankan pengembangan pariwisata tidak cukup mengandalkan keindahan alam dan infrastruktur. Perubahan pola pikir serta sikap masyarakat dalam menyambut pengunjung dinilai sama pentingnya.

Keramahan itu, menurutnya, dimulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat. Sikap ramah, senyum, salam, dan sapa diyakini membuat wisatawan merasa nyaman dan betah.

"Kita harus merubah Wonosobo yang tercinta ini menjadi kabupaten yang ramah. Masyarakatnya harus ramah. Semua adalah saudara, semua adalah sahabat. Yuk bergandeng tangan, kita sambut orang luar yang datang," tuturnya.

Investasi Akomodasi dan Pilihan Menginap

Kehadiran investasi di sektor perhotelan, termasuk peresmian Artotel Wanasaba, memperluas pilihan akomodasi di Wonosobo. Fasilitas baru ini memberi traveler alternatif selain homestay dan guest house yang selama ini mendominasi.

Afif menilai investasi tidak sekadar menambah jumlah usaha di daerah. Menurutnya, kehadiran hotel membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan aktivitas ekonomi, dan memberi kesempatan warga terlibat dalam perkembangan pariwisata.

Untuk perjalanan ke Dieng, menginap di pusat kota Wonosobo bisa jadi strategi mengurangi waktu tempuh ke kawasan wisata pada pagi hari. Informasi tarif dan ketersediaan kamar sebaiknya dikonfirmasi langsung ke masing-masing hotel, terutama saat libur panjang.

Tips Menyiasati Kepadatan Menuju Dieng

  • Berangkat dini hari dari kota asal agar tiba di kawasan Dieng sebelum arus akhir pekan memuncak.
  • Hindari libur panjang nasional jika ingin pengalaman lebih tenang; pilih hari kerja bila memungkinkan.
  • Siapkan waktu cadangan dalam itinerary karena durasi tempuh bisa membengkak saat kepadatan tinggi.
  • Pastikan kendaraan dalam kondisi prima mengingat jalur menanjak dan berkelok menuju Dieng.
  • Cek kondisi lalu lintas terkini melalui kanal resmi dinas pariwisata atau kepolisian setempat sebelum berangkat.

Wonosobo tetap layak masuk daftar perjalanan, terutama bagi pencari udara sejuk dan lanskap pegunungan. Dengan perencanaan waktu yang matang, rekor macet enam jam itu bisa dihindari dan liburan ke Dieng berjalan lebih nyaman.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks