Pencarian

PLN Pasang Meter Utama dan Pembanding di GI Kubu Karangasem, Data Energi Pembangkit Baru Lebih Akurat

Jumat, 21 Agustus 2026 • 13:18:01 WIB
PLN Pasang Meter Utama dan Pembanding di GI Kubu Karangasem, Data Energi Pembangkit Baru Lebih Akurat
PLN memasang kWh meter utama dan pembanding di Gardu Induk Kubu, Karangasem, untuk meningkatkan akurasi pencatatan energi listrik.

KARANGASEM — Gardu Induk (GI) Kubu di Kabupaten Karangasem kini memiliki perangkat pengukuran energi ganda. PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali memasang kWh meter utama dan kWh meter pembanding untuk memperkuat akurasi pencatatan energi listrik yang masuk ke sistem Bali.

Kehadiran dua alat ukur ini bukan tanpa alasan. Seiring bertambahnya sumber pembangkit yang terhubung ke jaringan, PLN membutuhkan data yang presisi mengenai besaran energi yang berpindah dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.

Fungsi Ganda: Acuan Utama dan Alat Koreksi Data

Dalam sistem tenaga listrik, meter utama berperan sebagai acuan resmi pencatatan energi. Sementara itu, meter pembanding menyediakan data referensi untuk memeriksa konsistensi hasil pengukuran. Apabila ditemukan perbedaan pencatatan di antara keduanya, petugas bisa segera mengevaluasi kualitas alat ukur tersebut.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menegaskan bahwa pengukuran yang akurat menjadi fondasi pengelolaan energi yang andal. “Pemasangan kWh meter utama dan pembanding di GI Kubu bukan hanya berkaitan dengan pencatatan energi, tetapi juga memastikan kami memiliki data yang akurat mengenai energi yang masuk dan disalurkan ke sistem,” ujarnya.

Mengapa Akurasi Data Semakin Krusial?

Kebutuhan akan data pengukuran berkualitas semakin mendesak seiring berkembangnya sistem kelistrikan dan bertambahnya sumber energi baru. Tanpa pencatatan yang tepat, keseimbangan sistem sulit dijaga dan evaluasi operasi menjadi tidak akurat.

“Semakin berkembang sistem kelistrikan dan semakin banyak sumber energi yang terhubung, semakin penting pula kualitas data pengukuran. Dengan data yang akurat, pengelolaan energi dapat dilakukan secara lebih terukur, efisien, dan akuntabel sehingga keandalan pelayanan kepada masyarakat dapat terus dijaga,” tambah Petrus.

Dampak untuk Pelayanan Listrik Warga Bali

Bagi masyarakat awam, proses ini mungkin tidak terlihat langsung. Namun, di balik nyala lampu dan berputarnya mesin industri, terdapat rangkaian sistem yang memastikan energi disalurkan secara optimal. Data dari meter di GI Kubu menjadi dasar bagi PLN untuk mengelola aliran energi dan memastikan pasokan ke pelanggan tetap andal.

Secara teknis, kWh atau kilowatt-jam adalah satuan energi yang menggambarkan pemakaian daya 1.000 watt selama satu jam. Satuan ini tidak hanya dipakai untuk mencatat konsumsi rumah tangga, tetapi juga menjadi standar pengukuran energi di titik-titik strategis seperti gardu induk.

Dengan pemasangan perangkat ini, PLN tidak hanya memastikan energi dapat disalurkan dengan handal, tetapi juga memastikan setiap energi yang masuk ke sistem dapat diukur, dicatat, dan dikelola dengan tepat. Langkah ini menjadi bagian dari kesiapan infrastruktur kelistrikan Bali dalam menerima pasokan dari pembangkit baru di masa mendatang.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: balinetizen.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks