Pencarian

PGN Serap 6 dari 15 Kargo LNG DSLNG Tahun Ini, Pasokan Domestik Makin Deras

Kamis, 20 Agustus 2026 • 11:12:31 WIB
PGN Serap 6 dari 15 Kargo LNG DSLNG Tahun Ini, Pasokan Domestik Makin Deras
PGN menyerap enam dari 15 kargo LNG DSLNG tahun ini untuk pasokan domestik.

BALI — Luwuk, 17 Agustus 2026 — Tren penyerapan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri menunjukkan akselerasi signifikan. Jika pada 2024 hanya satu kargo LNG yang dikirim ke pasar domestik, maka angka itu melompat menjadi delapan kargo pada 2025, dan kini mencapai 15 kargo pada tahun ini. Fakta ini diungkapkan langsung oleh Plant Deputy Manager DSLNG, Sugianto Darsani, di sela-sela kunjungan ke fasilitas kilang di Desa Uso, Kecamatan Batui, Senin (17/8).

Negosiasi dengan Pembeli Jepang dan Korea

DSLNG sejatinya terikat kontrak jangka panjang hingga 2027 dengan sejumlah pembeli asing, yakni Kyushu Electric Power, JERA, dan Kogas asal Korea Selatan. Namun, pengalihan sebagian kargo ke pasar domestik berhasil dilakukan tanpa memicu denda atau penalti.

"Karena kita dengan long term itu kan sampai 2027, kemudian ada perubahan, ya Alhamdulillah manajemen kita bisa menjelaskanlah, memberi penjelasan terhadap pembeli long term, kan memang kalau sudah peraturan pemerintah," ujar Sugianto.

Keberhasilan negosiasi ini menjadi kunci fleksibilitas pasokan. Manajemen DSLNG menyebutkan kemampuan produksi tetap terjaga baik, sehingga pemenuhan kebutuhan domestik tidak mengganggu komitmen ekspor yang sudah disepakati sebelumnya.

Dua Sumber Gas, Satu Kilang

LNG yang diproduksi DSLNG berasal dari Lapangan Senoro yang memasok 317 MMSCFD, dikelola Joint Operating Body (JOB) beranggotakan Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi, Medco E&P Tomori Sulawesi, dan Tomori E&P Ltd. Selain itu, Lapangan Donggi dan Matindok menyumbang sekitar 85 MMSCFD melalui pengelolaan Pertamina EP.

Kedua sumber tersebut dialirkan melalui pipa bawah tanah menuju fasilitas pengolahan LNG di Batui. Total produksi DSLNG tahun ini ditargetkan mencapai 41 kargo, dan hingga awal Agustus realisasinya sudah menembus 28 kargo.

Dorongan Regulasi dan Kebutuhan Domestik

Percepatan serapan domestik ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang mewajibkan pemenuhan kebutuhan gas dalam negeri terlebih dahulu. PGN sebagai subholding gas Pertamina menjadi ujung tombak distribusi ke berbagai sektor, mulai dari pembangkit listrik hingga industri pupuk.

Sugianto menambahkan, dari 15 kargo yang dialokasikan untuk domestik, enam kargo sudah diserap PGN. "Dari 15 (kargo) tadi, baru enam kargo. Jadi nanti sembilan di akhir-akhir nanti ngambilnya banyak," jelasnya.

Dengan sisa sembilan kargo yang akan diambil pada kuartal akhir, pasokan gas untuk pembangkit dan industri dipastikan aman hingga tutup tahun. Ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Kesepakatan pengalihan kargo ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara BUMN, kontraktor kontrak kerja sama, dan pembeli internasional mampu berjalan harmonis. Selama regulasi mendukung, prioritas domestik tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan hubungan bisnis jangka panjang dengan mitra global.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks