DENPASAR — Setahun menjalani masa jeda kuliah atau gap year dengan berjualan dan bekerja di toko roti, Feby Tiara Surya Dewi kini resmi tercatat sebagai mahasiswa baru Program Studi Bisnis Digital di ISI Bali. Perempuan asal Denpasar Barat ini lolos seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKS-S) yang digulirkan Pemprov Bali untuk tahun akademik 2026/2027.
Kepastian itu sekaligus mengakhiri kecemasannya setelah sempat dilarang melanjutkan studi oleh orang tua. Kedua orang tuanya yang merupakan pegiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan tambahan tenaga dan penghasilan di rumah. “Awalnya saya memang enggak dikasih kuliah karena disuruh kerja untuk bantu keluarga,” ujar Feby saat ditemui Jumat (14/8/2026) sore, tak kuasa menahan air mata.
Jalan Panjang Melengkapi Berkas di Tengah Keterbatasan
Feby mengaku proses pengajuan beasiswanya sempat diwarnai kecemasan. Informasi mengenai tautan pendataan baru diterimanya ketika waktu pendaftaran sudah mendekati akhir pekan. Ia harus menyiapkan sejumlah dokumen administrasi dari desa dan kecamatan dalam waktu yang sempit.
Berkat bantuan informasi dari kakak tingkat dan ketekunannya, seluruh persyaratan akhirnya dapat diselesaikan tepat waktu. Perjuangannya membuahkan hasil ketika namanya dinyatakan lolos sebagai penerima program SKS-S. Pada tahun akademik ini, tercatat delapan mahasiswa baru ISI Bali yang menerima manfaat serupa.
Beban Orang Tua Berkurang, UKT Langsung di Golongan Terendah
Melalui program SKS-S, biaya pendidikan Feby ditanggung penuh oleh Pemprov Bali selama delapan semester. Ia juga mendapatkan penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada golongan terendah di kampus, sehingga beban ekonomi keluarga berkurang signifikan.
Keterbatasan ekonomi memang bukan hal asing bagi Feby. Semasa sekolah di MA Kalifa Nusantara, ia beberapa kali tidak dapat mengikuti kegiatan sekolah seperti study tour karena biaya. Meski demikian, keinginannya untuk kuliah tidak pernah padam. Ia memilih Prodi Bisnis Digital untuk memadukan ketertarikannya pada bidang ekonomi dengan kegemarannya menggambar.
“Saya berterima kasih kepada orang tua karena sudah memberikan izin untuk kuliah. Terima kasih juga kepada Pemerintah Provinsi Bali dan ISI Bali karena sudah memberikan kesempatan ini,” katanya.
Tekad Mengangkat Ekonomi Keluarga Lewat UMKM
Pengalaman berorganisasi selama sekolah menjadi bekal Feby memasuki dunia kampus. Ia tercatat aktif sebagai anggota OSIS bidang keagamaan dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial seperti bakti sosial hingga Jumat Berkah. Kini, tekadnya bulat untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu.
Ia berharap ilmu yang diperolehnya kelak tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengembangkan usaha UMKM yang selama ini dijalankan orang tuanya. Kepada anak muda yang mengalami kondisi serupa, Feby berpesan agar tidak menyerah pada keadaan ekonomi. “Sekarang banyak akses beasiswa seperti KIP-K dan program daerah. Terus cari informasi dan jangan patah semangat,” pesannya. *cr83