BALI — Kami menguji langsung tiga e-motorcycle VinFast — EVO, Feliz II, dan Viper — dalam skenario yang paling ditakuti calon pengguna motor listrik: kehabisan daya di tengah jalan. Survei Populix terhadap 350 pengguna kendaraan listrik di Jakarta mencatat 65 persen responden khawatir soal daya tahan baterai, 61 persen soal jarak tempuh, dan 43 persen soal infrastruktur pengisian. Angka-angka itu yang coba kami bantah — atau benarkan — lewat simulasi nyata.
Kami memilih rute harian tim redaksi: 28 kilometer dari rumah ke kantor, 28 kilometer pulang — total 56 km per hari, lima hari seminggu. Lokasi sengaja diambil di Malang, Jawa Timur, bukan Jabodetabek yang infrastruktur EV-nya sudah lebih matang. Start dari Kecamatan Pujon (elevasi 1.100–1.200 mdpl), turun melewati Kota Batu, hingga finish di Kota Malang. Campuran jalan pegunungan dan lalu lintas urban yang padat.
Infrastruktur Battery Swap: Hampir Serapat SPBU
Langkah pertama adalah memetakan titik battery swap station (BBS) V-Green di sepanjang rute. Berdasarkan situs resmi VinFast dan verifikasi lapangan, kami menemukan delapan BBS yang tersebar dari Pujon hingga Kota Malang. Sebagai perbandingan, SPBU Pertamina di jalur yang sama berjumlah sepuluh unit.
Pit stop pertama ada di Kantor Pos Kecamatan Pujon — lokasinya tidak jauh dari titik keberangkatan dan menyediakan dua fasilitas: charger mobil listrik dan battery swap. Dari sini, perjalanan pagi menuju Kota Batu masih diselimuti kabut dengan kondisi jalan menurun. Regenerative braking seharusnya bekerja di sini, mengubah energi kinetik menjadi listrik dan mengisi baterai secara perlahan.
Jika tidak sempat swap di Pujon, ada BBS di Planet Ban Jalan Agus Salim (sekitar tiga kilometer dari sana) dan outlet Planet Ban lainnya di Jalan Ir. Soekarno. Pola sebaran serupa berlanjut di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, hingga Kota Malang. Menariknya, BBS tidak hanya hadir di bengkel ban atau kantor pos, tetapi juga mulai merambah convenience store seperti Lawson.
Di kawasan Jalan Soekarno Hatta menuju Kecamatan Blimbing, BBS V-Green juga ada di outlet Planet Ban. Titik terdekat dengan lokasi akhir berada di Lawson yang berdekatan dengan Perumahan Araya. Yang membuat kami berpikir sejenak bukan soal jumlahnya, melainkan sebarannya — tidak menumpuk di satu kawasan, selalu ada opsi berikutnya dalam beberapa kilometer ke depan.
Skema Daily: 56 Km Bukan Masalah, Tapi Ada Catatan
Dengan delapan titik swap yang tersebar merata, range anxiety untuk rute 56 km per hari praktis teratasi. Namun, ada beberapa catatan penting. Pertama, belum semua stasiun yang tertera di peta resmi VinFast benar-benar menyediakan layanan battery swap — kami harus menggabungkan metode pengamatan langsung dan penelusuran media sosial untuk memastikan lokasi yang benar-benar aktif.
Kedua, meski jumlah BBS hampir setara SPBU, pola operasionalnya berbeda. SPBU buka 24 jam, sementara beberapa BBS V-Green terletak di dalam toko yang memiliki jam operasional terbatas. Ini perlu diperhatikan jika Anda sering berkendara di luar jam kerja atau pada malam hari.
Ketiga, rute pegunungan seperti Pujon ke Malang sebenarnya menguntungkan untuk motor listrik berkat regenerative braking saat menurun. Namun, untuk perjalanan sebaliknya — dari Malang naik ke Pujon — konsumsi baterai akan lebih tinggi. Sayangnya, kami belum menguji skenario tersebut secara spesifik.
V-Green Target 2.000 Titik, MoU dengan MPStore untuk 20.000 Unit
V-Green sendiri menargetkan pemasangan 2.000 titik BBS di Jabodetabek dan Pulau Jawa. Angka itu akan bertambah signifikan setelah ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) antara MPStore (PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk/MPIX) dan PT VGreen Global Charging Station Investment Indonesia pada 19 Mei 2026. Targetnya: membangun hingga 20.000 unit stasiun penukaran baterai di jaringan properti nasional.
Ini secara langsung menjawab kekhawatiran 42 persen responden survei Populix yang khawatir soal lokasi stasiun pengisian yang masih terbatas. Jika realisasi MoU berjalan sesuai rencana, kepadatan BBS V-Green berpotensi melampaui SPBU di banyak wilayah.
Kesimpulan: Siap Ganti Motor Bensin? Tergantung Pola Harian Anda
Untuk pengguna dengan rute harian di bawah 60 km dan akses ke BBS yang tersebar merata, VinFast EVO, Feliz II, dan Viper adalah kandidat kuat pengganti motor bensin. Infrastruktur battery swap di Malang — kota yang tidak termasuk prioritas utama pengembangan EV — sudah cukup meyakinkan.
Namun, jika rute harian Anda mencakup medan naik terus-menerus (seperti dari Malang ke Pujon), atau Anda sering berkendara di luar jam operasional toko tempat BBS berada, motor listrik ini belum sepenuhnya bebas dari kompromi. Setidaknya, untuk skenario daily 56 km di rute campuran pegunungan dan perkotaan, VinFast berhasil membuktikan bahwa ketakutan terbesar calon pengguna motor listrik — kehabisan baterai di jalan — kini punya jawaban yang lebih konkret.