DENPASAR — Sebanyak sepuluh tokoh sastra dan budaya menerima penghargaan Bali Jani Nugraha 2026 di malam puncak Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Sabtu (25/6) malam.
Siapa Saja Penerima Penghargaan?
Para penerima penghargaan berasal dari lintas kabupaten/kota di Bali, mulai dari Gianyar, Denpasar, Tabanan, hingga Buleleng. Mereka dinilai berjasa dalam pengembangan sastra modern, sastra Bali modern, dan penulisan budaya.
Berikut daftar penerima Bali Jani Nugraha 2026:
- I Ketut Djuliarsa Sastrawan (Banjar Padang Kelod, Ubud, Gianyar) — Sastra Modern
- Putu Oka Sukanta (Rawamangun, Pulogadung) — Sastra Modern
- Drs. I Made Jiwa Atmaja (Banjar Mertanadi, Denpasar) — Sastra Modern
- Drs. I Gde Nala Antara, M.Hum. (Banjar Pegok, Denpasar Selatan) — Sastra Bali Modern
- I Nyoman Sukaya (Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar) — Sastra Modern
- I Made Sugianto (Banjar Dinas Lodalang, Kukuh, Marga, Tabanan) — Sastra Bali Modern
- Dr. I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani, S.S., M.Hum. (Kesiman, Denpasar Timur) — Sastra Modern
- Drs. I Nyoman Mayusa (Banjar Karangsuwung, Pedungan) — Sastra Modern
- Made Edy Arudi, S.Pd., M.Si. (Banjar Babakan, Sambangan, Buleleng) — Sastra Modern
- Dr. Drs. I Nyoman Tingkat, M.Hum. (Banjar Pantigiri Kutuh, Kuta Selatan) — Penulis Budaya
Tema FSBJ 2027: Hutan sebagai Nafas Semesta
Di momen yang sama, Gubernur Koster meluncurkan tema Festival Seni Bali Jani IX Tahun 2027, yakni Jiwana Dharani Wana Kerthi. Tema itu bermakna “Hutan sebagai Nafas Semesta.”
Menurut Koster, FSBJ menjadi ruang apresiasi terhormat bagi kesenian modern dan kontemporer. Ia menilai festival ini membuktikan peran kreatif krama Bali tidak pernah surut, melainkan terus dinamis dan maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.
Penghargaan untuk Pemajuan Seni Modern Bali
Bali Jani Nugraha merupakan bentuk pengakuan resmi Pemerintah Provinsi Bali atas dedikasi para sastrawan dan penulis budaya dalam pemajuan seni modern atau kontemporer di Pulau Dewata. Penghargaan ini diberikan bersamaan dengan pengumuman pemenang lomba-lomba lain yang digelar selama FSBJ VIII.