BALI — Pasar smartphone China kembali menunjukkan tren kontradiktif pada kuartal kedua 2026. Berdasarkan laporan terbaru IDC yang dirilis hari ini, Apple dan Huawei menjadi dua-satunya vendor yang mencatat pertumbuhan pengiriman year-over-year (YoY), sementara pemain lain justru mengalami penurunan drastis. Secara total, sekitar 66 juta unit smartphone dikirimkan di China pada Q2 2026, turun 4,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan Apple dan Strategi Huawei
Pertumbuhan Apple sebesar 24,4 persen menjadi yang tertinggi di antara vendor utama. Lonjakan ini mendorong pangsa Apple dari 13,9 persen menjadi 18,1 persen dalam satu kuartal. IDC mencatat, baik Apple maupun Huawei sama-sama menahan harga jual di tengah tekanan biaya komponen, sementara vendor Android lain justru menaikkan harga.
“Keduanya menahan harga tetap stabil sementara jajaran Android lainnya menaikkan harga, dan keduanya memberikan promosi yang tepat sasaran,” tulis IDC dalam laporannya. “Huawei terus memperluas lini produknya untuk mencakup lebih banyak segmen pasar, sementara sinyal awal Apple tentang kenaikan harga produk paruh kedua tahun ini mendorong sebagian pembeli untuk memajukan pembelian seri iPhone 17.”
Vendor Lain Tertekan Biaya Komponen dan Subsidi Pemerintah yang Menipis
Di luar Apple dan Huawei, kondisi pasar jauh lebih suram. IDC mencatat penurunan pengiriman pada vendor lain mencapai 60,8 persen secara YoY. Faktor utamanya adalah kenaikan biaya memori dan komponen, subsidi pemerintah yang mulai berkurang, serta lemahnya permintaan konsumen — terutama selama festival belanja 618. Penurunan ini menjadi yang kelima berturut-turut secara kuartalan bagi pasar smartphone China.
Apa yang Terjadi Selanjutnya? IDC Peringatkan Potensi Penurunan Lebih Dalam
IDC memperingatkan bahwa tekanan biaya yang selama ini tertahan oleh stok komponen murah bisa segera terasa lebih berat. “Seiring habisnya stok tersebut, tekanan biaya akan semakin terasa di paruh kedua tahun ini,” tulis IDC. “Dengan tren saat ini, penurunan YoY di China bisa melebar hingga sekitar 20 persen di paruh kedua 2026.”
Meski begitu, IDC melihat sisi positif dari tren penurunan ini. Konsumen yang saat ini menunda upgrade perangkat kemungkinan akan kembali ke pasar begitu kondisi membaik, yang bisa memicu pemulihan permintaan di masa depan.