TABANAN — Dua sekolah di Kabupaten Tabanan mendapat giliran dikunjungi langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Kemendasmen) Riza Fajar Ul Haq pada Kamis (4/6). Kunjungan kerja itu digelar untuk meresmikan ruang kelas baru di SMPN 6 Tabanan sekaligus meninjau kondisi memprihatinkan kelas darurat di SDN 3 Sembung Gede.
Peresmian di SMPN 6 Tabanan menjadi titik awal rangkaian lawatan. Wamen Riza menekankan bahwa pembangunan ruang kelas baru ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi standar pelayanan minimal pendidikan. "Kami ingin memastikan setiap anak di Tabanan belajar di tempat yang layak, bukan sekadar mengejar angka partisipasi," ujarnya di hadapan jajaran dinas pendidikan setempat.
Dari Kelas Darurat hingga Janji Rehabilitasi
Usai meresmikan SMPN 6, Wamen Riza langsung menuju SDN 3 Sembung Gede. Di sana, ia menyaksikan kondisi kelas darurat yang sudah berusia puluhan tahun. Dinding retak, ventilasi minim, dan atap yang bocor saat hujan menjadi pemandangan sehari-hari bagi para siswa.
Orang tua murid dan dewan guru menyampaikan keluhan secara langsung kepada Wamen. Mereka meminta agar pembangunan sekolah tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga menjangkau desa-desa seperti Sembung Gede. "Kami hanya ingin anak-anak kami punya masa depan, tapi ruang kelas seperti ini membuat mereka kehilangan semangat," ujar seorang guru yang enggan disebut namanya.
Apa Langkah Selanjutnya?
Wamen Riza berjanji akan memasukkan SDN 3 Sembung Gede dalam prioritas rehabilitasi sekolah tahun anggaran berikutnya. Ia menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan untuk segera mengajukan proposal teknis dan estimasi anggaran. "Jangan sampai ada lagi anak yang belajar di bawah tenda darurat saat musim hujan," tegasnya.
Kunjungan ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah pusat. Data dari Kemendasmen menunjukkan bahwa masih ada ribuan sekolah di Indonesia yang beroperasi dengan kondisi bangunan tidak layak. Tabanan, meski dikenal sebagai destinasi wisata, ternyata menyisakan persoalan klasik di sektor pendidikan dasar.
Respons Warga: Harapan Baru di Tengah Keterbatasan
Warga sekitar Sembung Gede menyambut positif janji Wamen. Mereka berharap tindak lanjut tidak berhenti pada seremoni semata. "Kami sudah sering mendengar janji, tapi belum ada yang terealisasi. Semoga kali ini benar-benar ada perubahan," ujar Ketua Komite SDN 3 Sembung Gede, Made Suardika.
Di sisi lain, peresmian ruang baru di SMPN 6 Tabanan disambut antusias oleh para siswa. Mereka kini memiliki laboratorium komputer dan perpustakaan yang lebih representatif. Kepala SMPN 6 Tabanan menyebut bahwa fasilitas baru ini akan mendukung program digitalisasi sekolah yang tengah digalakkan.
Kunjungan Wamen Kemendasmen ke Tabanan menjadi cermin bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa berjalan setengah-setengah. Antara peresmian gedung baru di satu sisi dan kelas darurat di sisi lain, pemerintah dituntut konsisten menjalankan janji pemerataan.