Pencarian

Perang Iran-AS Pukul Produksi Minyak Pertamina di Irak, Hilang 100.000 Barel Per Hari

Selasa, 26 Mei 2026 • 15:49:01 WIB
Perang Iran-AS Pukul Produksi Minyak Pertamina di Irak, Hilang 100.000 Barel Per Hari
Produksi minyak Pertamina di lapangan West Qurna, Irak, turun drastis akibat penutupan operasional.

BALI — Jakarta — Perang Timur Tengah yang memanas bikin Pertamina gigit jari. Lapangan minyak West Qurna di Irak, yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi (PHE), terpaksa dihentikan operasinya atas perintah pemerintah Irak. Dampaknya langsung terasa: produksi perusahaan jeblok sekitar 100.000 barel per hari.

“Beberapa hari setelah perang, pemerintah Irak meminta lapangan tersebut harus di-shut in, harus dimatikan,” ujar CEO PHE Awang Lazuardi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Produksi Baru 10 Persen, Itu pun untuk Lokal

Meski operasional sudah kembali diizinkan, pemulihannya masih jauh dari normal. Awang menyebut produksi saat ini belum sampai 10 persen dari kapasitas penuh. Hasilnya hanya dialokasikan buat kebutuhan dalam negeri Irak, belum bisa diekspor atau dikirim ke Indonesia.

“Sampai sekarang produksi sudah diizinkan tapi belum full, hanya kurang dari 10% untuk memenuhi kebutuhan di internal Irak. Jadi belum kembali seperti semula,” jelasnya.

Penutupan West Qurna menjadi salah satu kendala utama PHE dalam menjaga performa produksi internasional di kuartal I 2026. Perusahaan pun harus memutar otak mengejar defisit yang terjadi.

Produksi Global Tersisa 475.000 Barel, Target 1 Juta Terancam?

Hingga April 2026, total produksi minyak PHE tercatat sebesar 475.000 bph. Dari angka itu, kontribusi lapangan internasional hanya menyumbang 109.000 bph—jauh dari potensi sebelum perang.

Untuk mengejar ketertinggalan, PHE mengandalkan program percepatan di sisa tahun ini. Target akhir tahun tetap ambisius: produksi minyak dan gas bumi mencapai 1,03 juta barel setara minyak per hari (boepd).

“Itulah tantangan yang kami hadapi di kuartal 1 2026,” kata Awang.

Perusahaan kini terus memantau dinamika geopolitik di Irak dan Timur Tengah. Pemulihan penuh lapangan West Qurna menjadi kunci agar target produksi global tidak meleset terlalu jauh.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks