MANGUPURA — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memuji inovasi digital yang lahir dari inisiatif warga Banjar Mumbul. Aplikasi Sikap Mumbul yang baru diluncurkan dinilai sebagai terobosan dalam pendataan krama adat dan warga pendatang di tengah derasnya arus urbanisasi ke kawasan pariwisata.
Mengapa Aplikasi Ini Penting untuk Warga Pendatang?
Dalam sambutannya di Balai Banjar Mumbul, Adi Arnawa menekankan bahwa aplikasi ini bisa diperluas fungsinya. “Ini luar biasa sekali, ke depan dapat dikembangkan lagi, tidak hanya untuk krama adat saja, namun aplikasi ini juga dapat dipakai untuk banjar dinas terutama untuk masyarakat pendatang,” ujarnya. Ia menambahkan, data pasti tentang jumlah penduduk pendatang di Badung, khususnya di Banjar Mumbul, sangat diperlukan untuk perencanaan pembangunan.
Bantuan Langsung untuk Warga: Beasiswa hingga Santunan Lansia
Di luar peluncuran aplikasi, Bupati Adi Arnawa juga memaparkan sejumlah program bantuan sosial yang telah dan akan dijalankan Pemkab Badung pada 2026. Beasiswa S1 gratis akan diberikan bagi keluarga dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan. Ada pula program “Nak Badung” untuk anak SMA negeri dan swasta di Kabupaten Badung.
Pemkab juga menyiapkan bantuan hari raya keagamaan sebesar Rp 2 juta per KK, santunan lansia Rp 3 juta saat ulang tahun ke-75, serta bantuan bulanan Rp 1 juta bagi penyandang disabilitas. “Hal tersebut untuk meringankan beban keluarga setidaknya untuk kebutuhan makan bagi penyandang difabel,” kata Adi Arnawa. Tak ketinggalan, program tertib administrasi akta kematian juga mendapat bantuan sebesar Rp 10 juta.
Dari Rukun Pemuda Menjadi Banjar Mumbul
Ketua Panitia HUT Banjar Mumbul, I Ketut Sulandra, mengungkapkan sejarah panjang organisasi ini. Berawal dari terbentuknya Rukun Pemuda Mumbul pada 1963, organisasi kepemudaan itu menjadi cikal bakal lahirnya Banjar Mumbul. Tokoh penting di balik pendiriannya adalah almarhum Ir. I Nyoman Gelebet, yang disebut sebagai sosok visioner dengan semangat pengabdian tinggi terhadap masyarakat.
“Perayaan HUT Banjar Mumbul ke-59 ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, melestarikan warisan para pendahulu, serta mewujudkan Banjar Mumbul yang semakin maju, mandiri dan sejahtera,” ujar Sulandra.
Infrastruktur dan Kemacetan: Pembebasan Lahan untuk Jalan Baru
Untuk menopang sektor pariwisata dan mengurai kemacetan, Pemkab Badung telah melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan baru. Langkah ini disebut akan mempercepat waktu tempuh masyarakat di kawasan padat lalu lintas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk dan wisatawan. (c/kb)