BALI — Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, meminta warganya tetap tenang namun waspada pasca-guncangan keras yang terasa di wilayahnya. Dalam keterangan resmi yang dikutip Antara, ia menekankan keselamatan diri dan keluarga sebagai prioritas utama di tengah situasi darurat ini.
"Sehubungan dengan kejadian tersebut, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sikka agar tetap tenang, tidak panik, dan senantiasa mengutamakan keselamatan diri serta keluarga," ujar Juventus.
Potensi Tsunami dan Titik Aman Evakuasi
Meski BMKG menilai potensi tsunami relatif kecil, Juventus secara spesifik mengarahkan perhatian pada warga yang bermukim di wilayah pesisir. Ia meminta mereka siaga dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, serta segera mengungsi jika aparat berwenang mengeluarkan perintah evakuasi.
Pemerintah Kabupaten Sikka bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan relawan disebut telah memantau kondisi lapangan. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan keselamatan warga pasca-bencana alam tersebut.
Instruksi Konkret: Dari Tas Siaga hingga Larangan Hoaks
Juventus mengeluarkan instruksi praktis bagi warganya. Masyarakat diminta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, air minum, makanan, alat penerangan, dan kebutuhan dasar lainnya. Langkah ini dinilai krusial untuk menghadapi kemungkinan evakuasi darurat.
Selain itu, ia melarang keras masyarakat menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Publik diminta hanya mengacu pada arahan resmi dari BMKG, BPBD, dan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk mencegah kepanikan massal.
"Bagi masyarakat di wilayah pesisir, agar senantiasa memperhatikan perkembangan informasi dan segera mengikuti arahan evakuasi apabila terdapat perintah dari pihak berwenang," tegas Juventus dalam pernyataan resminya.
Data Teknis Gempa dan Wilayah Terdampak
Berdasarkan data BMKG, episentrum gempa berada di koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur. Kedalaman gempa tercatat 10 kilometer, yang masuk kategori dangkal dan menyebabkan guncangan terasa cukup kuat hingga ke Kabupaten Sikka.
Pusat gempa berada di wilayah darat, sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Lokasi yang berdekatan dengan permukiman ini membuat warga di sejumlah kabupaten di Pulau Flores merasakan getaran signifikan pada dini hari tersebut.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau berada di bangunan berpotensi bahaya diminta tidak kembali sebelum dinyatakan aman oleh petugas. Imbauan menjauhi tepi sungai juga dikeluarkan mengingat potensi likuifaksi atau pergerakan tanah pasca-gempa berkekuatan besar.