Pencarian

IBM Gandeng OpenAI Latih Puluhan Ribu Konsultan untuk Percepat Adopsi AI Enterprise

Jumat, 14 Agustus 2026 • 02:29:31 WIB
IBM Gandeng OpenAI Latih Puluhan Ribu Konsultan untuk Percepat Adopsi AI Enterprise
IBM resmi menggandeng OpenAI untuk melatih puluhan ribu konsultan guna mempercepat adopsi AI enterprise.

BALI — IBM memperluas jangkauan kemitraan AI frontier-nya dengan menggandeng OpenAI, kurang dari setahun setelah menjalin aliansi serupa dengan Anthropic. Lewat kolaborasi ini, raksasa teknologi tersebut memposisikan diri sebagai integrator yang menggabungkan model AI besutannya sendiri, Granite, dengan teknologi dari pengembang pihak ketiga melalui platform watsonx dan lini bisnis konsultasi globalnya.

Fokus Utama Kemitraan: Pelatihan dan Sertifikasi Massal

Inti dari kesepakatan ini adalah pembentukan praktik khusus OpenAI di dalam IBM Consulting. Perusahaan menargetkan pelatihan dan sertifikasi untuk puluhan ribu konsultan, dengan fokus utama pada program pelatihan ulang (retraining) karyawan yang sudah ada.

Mike Healy, Managing Partner di IBM Consulting, menyatakan bahwa pelatihan tersebut akan mencakup Codex, API, keamanan siber, dan kredensial solusi konsultatif. IBM juga akan membentuk kelompok khusus bernama "Forward Deployed Experts" yang dilatih melalui OpenAI Partner Network.

Integrasi ke Platform dan Sektor Industri Spesifik

Model-model terbaru OpenAI, termasuk GPT-5.6, Codex, dan ChatGPT Work, akan diintegrasikan ke dalam IBM Consulting Advantage, platform AI khusus untuk para konsultan. Integrasi ini bertujuan membantu klien menerapkan AI di seluruh operasi bisnis inti mereka.

Kedua perusahaan akan memasarkan penawaran AI secara bersama-sama dan mengembangkan solusi khusus industri untuk sektor jasa keuangan, pemerintahan, telekomunikasi, dan ritel. Langkah ini merupakan bagian dari strategi OpenAI untuk memperluas bisnis enterprise-nya melalui firma konsultasi dan mitra teknologi, menyusul pengumuman kemitraan serupa dengan Infosys dan Tata Consultancy Services (TCS).

Dorongan Pertumbuhan di Tengah Tekanan Kinerja Keuangan

Kemitraan ini diumumkan di tengah upaya IBM mempercepat pertumbuhan bisnis AI-nya. Sebelumnya, perusahaan sempat menurunkan proyeksi pendapatan untuk 2026 pada bulan lalu setelah hasil kuartal terakhir berada di bawah ekspektasi.

Dalam panggilan pendapatan terakhir, CEO Arvind Krishna menegaskan bahwa AI tetap menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang. Ia menyebut adopsi AI justru melengkapi, bukan menggantikan, permintaan untuk bisnis mainframe IBM.

Perluasan dari Kolaborasi Keamanan Siber

Kesepakatan ini memperdalam hubungan yang sudah terjalin antara kedua perusahaan. Pada Juni lalu, IBM dan OpenAI telah berkolaborasi dalam program OpenAI Daybreak Cyber Partner Program yang berfokus pada keamanan siber.

Kemitraan baru ini memperluas cakupan dengan mengintegrasikan model AI OpenAI ke dalam IBM Autonomous Security, layanan keamanan siber bertenaga multi-agent milik IBM. Langkah ini menegaskan posisi IBM sebagai pemain kunci di pasar integrasi AI enterprise yang semakin kompetitif, di mana persaingan tidak lagi hanya soal kemampuan model, tetapi juga kemenangan merebut pelanggan korporat dan implementasi skala besar.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks