Peluncuran SEKALA Desa Pejeng Kaja menandai sekolah lansia ke-29 di Kabupaten Gianyar dan ke-61 di Provinsi Bali. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS, hadir langsung menjadi narasumber dalam acara yang digelar di balai desa tersebut.
“Melalui pendidikan sepanjang hayat, Sekolah Lansia diharapkan mampu membentuk lansia SMART, yaitu Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat,” tegas dr. Luhde, sapaan akrabnya, di hadapan puluhan calon peserta yang terdiri dari kader dan warga lanjut usia setempat.
Kurikulum Tujuh Dimensi untuk Lansia Tangguh
Selama mengikuti program, peserta mendapat pembekalan mengenai tujuh dimensi lansia tangguh. Materi mencakup kesiapan menghadapi fenomena masyarakat menua, penguatan peran keluarga, hingga akses layanan kesehatan.
Program dirancang berjalan berkelanjutan melalui pertemuan rutin dan sinergi dengan Bina Keluarga Lansia (BKL), UPTD Puskesmas Tampaksiring II, serta pemerintah desa. “Kehadiran SEKALA menjadi langkah nyata desa kami dalam meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat dan aktif,” ujar Perbekel Desa Pejeng Kaja, I Wayan Jana.
Sinergi Lima Pilar untuk Hadapi Era Masyarakat Menua
Peluncuran ini memperkuat implementasi Program Lansia Berdaya (SIDAYA) di Bali. Kolaborasi melibatkan DP3AP2KB Gianyar, Camat Tampaksiring, penyuluh KB, tenaga kesehatan, dan kader desa.
Menurut dr. Luhde, peningkatan jumlah sekolah lansia menjadi indikator komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi warga senior. “Kami ajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi agar desa-desa di Bali semakin siap menghadapi perubahan struktur penduduk,” imbuhnya.
Data BKKBN menunjukkan Bali masuk kategori provinsi dengan proporsi lansia tinggi. Program SEKALA diharapkan menjadi fondasi pembangunan keluarga berkualitas—dengan lansia yang tak hanya dirawat, tapi tetap produktif dan bermartabat di tengah komunitas.