Pencarian

BPBD Bali Dorong Kampus Lahirkan Riset Bencana Nyata, Targetkan 1 Juta Pohon Digerakkan Lewat KKN Tematik

Rabu, 15 Juli 2026 • 19:18:31 WIB
BPBD Bali Dorong Kampus Lahirkan Riset Bencana Nyata, Targetkan 1 Juta Pohon Digerakkan Lewat KKN Tematik
Kepala BPBD Bali menekankan perlunya riset kebencanaan oleh kampus lokal dalam forum multipihak di Sanur.

DENPASAR — Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Widnyana Putra, mengingatkan bahwa bencana banjir besar yang melanda Bali pada September hingga November 2025 bukan sekadar alarm. Bencana itu menewaskan 18 orang, empat di antaranya hingga kini belum ditemukan.

"Penanggulangan bencana tidak akan bisa diselesaikan secara mandiri oleh pemerintah saja," ujar Widnyana Putra dalam sambutannya di hadapan perwakilan LLDIKTI Wilayah VIII, akademisi, dunia usaha, dan media.

Julukan Laboratorium Bencana yang Ironis

Bali kerap disebut sebagai laboratorium bencana alam dunia. Namun Widnyana Putra menyoroti ironi: sebagian besar kajian ilmiah tentang kebencanaan di Bali justru didominasi peneliti dan universitas luar negeri, sementara kampus lokal masih minim riset terapan.

"Kami berharap perguruan tinggi melalui kapasitas dosen dan mahasiswanya menjadi ruang wadah utama penguatan kajian risiko bencana," kata dia.

KKN Tematik Diarahkan ke Mitigasi Vegetasi

Forum yang digagas FPRB Bali ini tidak berhenti pada wacana. Salah satu kesepakatan konkret yang dihasilkan adalah akselerasi "Gerakan Bali Menanam 1 Juta Pohon", yang merupakan tindak lanjut lokakarya Forum Multihelix pada Mei 2026 lalu.

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik mahasiswa akan diarahkan pada analisis risiko desa, mitigasi vegetasi, dan kesiapsiagaan warga di titik-titik rawan longsor dan banjir bandang. "Kami sangat mengapresiasi beberapa kampus yang sudah bergerak cepat mengundang kami memberikan pembekalan KKN bertema mitigasi kebencanaan," tambah Widnyana Putra.

Komitmen Hitam di Atas Putih, Bukan Sekadar Seremonial

Ketua FPRB Bali, I Putu Suta Wijaya, menegaskan bahwa ruang dialog di Sanur ini sengaja dirancang untuk menggali keterbatasan logistik dan energi di daerah, sekaligus melahirkan ide-ide segar yang inovatif. Targetnya: mewujudkan Pulau Bali yang tangguh dan siap siaga menghadapi bencana.

Forum menyepakati bahwa hasil dialog multipihak ini harus menghasilkan komitmen tertulis, bukan sekadar seremonial pertemuan biasa. Rencana aksi bersama akan diuji coba pada peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Oktober 2026 mendatang.

Mengapa Kampus Harus Turun Tangan Sekarang?

Data BPBD Bali menunjukkan bahwa perubahan iklim telah mengubah pola bencana di Pulau Dewata. Banjir besar di luar prediksi pada 2025 menjadi bukti bahwa pendekatan lama tidak lagi memadai. Dengan melibatkan mahasiswa melalui KKN tematik, pemerintah berharap mitigasi bencana bisa menyentuh langsung desa-desa binaan, bukan hanya menjadi bahan diskusi di ruang seminar.

Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan mampu menahan laju pemanasan global sekaligus meminimalisir ancaman longsor dan banjir bandang di kabupaten/kota se-Bali.

Bagikan
Sumber: letternews.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks