Pencarian

Ketua K3S Badung Buka Muscab Pertuni dan Raker KDD 2026, Dorong Penyandang Disabilitas Jadi Subjek Pembangunan

Rabu, 15 Juli 2026 • 20:32:31 WIB
Ketua K3S Badung Buka Muscab Pertuni dan Raker KDD 2026, Dorong Penyandang Disabilitas Jadi Subjek Pembangunan
Ketua K3S Badung membuka Muscab ke-8 Pertuni dan Raker KDD 2026 di Wantilan DPRD Kabupaten Badung, Rabu (15/7).

MANGUPURA — Nyonya Rasniathi Adi Arnawa secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-8 Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Badung yang dirangkai dengan rapat kerja Komisi Disabilitas Daerah (KDD) Kabupaten Badung Tahun 2026. Acara berlangsung di Wantilan DPRD Kabupaten Badung pada Rabu (15/7).

Mengusung tema "Berkarya Tanpa Batas, Bersama Membangun Masa Depan", kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, evaluasi kinerja, serta perumusan langkah strategis. Fokus utamanya adalah peningkatan kesejahteraan, pemberdayaan, dan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas, khususnya kaum tuna netra di Badung.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Ketua DPD Pertuni Provinsi Bali, Ketua DPC Pertuni Kabupaten Badung, perwakilan Camat se-Kabupaten Badung, jajaran Komisi Disabilitas Daerah Badung, serta anggota Pertuni dari seluruh kecamatan di Badung.

Apresiasi untuk Semangat Berkarya Tuna Netra Badung

Dalam arahannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial, jajaran K3S, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengaku bangga dengan semangat para anggota Pertuni Badung.

"Saya merasa sangat bangga kepada Pertuni Badung. Belum lama ini saya berkesempatan berkunjung langsung melihat latihan Arja Duduk mereka, dan bahkan menyaksikan langsung penampilan memukau mereka saat tampil di Pesta Kesenian Bali. Keterbatasan penglihatan sama sekali tidak menjadi penghalang untuk menampilkan bakat luar biasa, bahkan mampu mengharumkan nama Kabupaten Badung di kancah seni budaya," ujarnya.

Ia menegaskan, keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk berhenti berkarya. Pemerintah Kabupaten Badung melalui K3S berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dalam akses pendidikan, pelatihan keterampilan, kesempatan berkreasi, hingga jaminan kesejahteraan.

Penyandang Disabilitas sebagai Subjek Pembangunan

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan pentingnya mengubah paradigma. Penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebagai objek bantuan, melainkan subjek pembangunan yang mandiri dan berdaya saing.

"Kita semua memiliki hak dan potensi yang sama. Mari kita hapus pandangan yang memandang penyandang disabilitas hanya sebagai objek bantuan, melainkan jadikan mereka sebagai subjek pembangunan yang mandiri dan berdaya saing. Muscab ini diharapkan dapat melahirkan kepengurusan yang lebih solid, program kerja yang nyata, serta kolaborasi yang erat antar semua pihak demi mewujudkan Badung yang inklusif, ramah disabilitas, dan sejahtera bagi semua," tambahnya.

Sinergi untuk Masa Depan yang Inklusif

Sementara itu, Ketua DPC Pertuni Kabupaten Badung Anak Agung Mayun menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan terus-menerus dari Pemerintah Kabupaten Badung dan K3S Badung. Ia berharap melalui musyawarah ini dapat terjalin sinergi yang semakin kuat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian seluruh anggota Pertuni di Badung.

Rangkaian kegiatan Muscab ini akan berlanjut dengan pemilihan kepengurusan baru periode mendatang serta penyusunan program kerja prioritas. Program-program tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan pemberdayaan disabilitas di Kabupaten Badung.

Bagikan
Sumber: balikonten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks