DENPASAR — Pimpinan DPRD Provinsi Bali secara resmi mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu di Bali. Ucapan tersebut disampaikan dalam rangka menghormati hari suci yang memiliki makna spiritual mendalam.
Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan
Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk memperingati kemenangan kebaikan (dharma) melawan kejahatan (adharma). Perayaan ini biasanya diisi dengan serangkaian upacara keagamaan di pura maupun di masing-masing rumah.
Pimpinan DPRD Bali menekankan bahwa perayaan ini bukan sekadar tradisi, melainkan pengingat akan nilai-nilai moral yang harus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Umat Hindu diajak untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi diri.
Harapan Pimpinan DPRD Bali untuk Umat Hindu
Dalam pernyataannya, pimpinan DPRD Provinsi Bali berharap agar perayaan Galungan dan Kuningan berjalan dengan khidmat dan penuh sukacita. Ucapan ini juga menjadi simbol dukungan lembaga legislatif terhadap keberlangsungan tradisi dan kerukunan umat beragama di Bali.
Pimpinan DPRD mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif selama perayaan berlangsung. Nilai-nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Bali dinilai perlu terus diperkuat.
Galungan dan Kuningan dalam Kalender Hindu Bali
Hari Raya Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Bali, tepatnya pada hari Rabu (Buda) Kliwon wuku Dungulan. Sementara itu, Hari Raya Kuningan jatuh 10 hari setelah Galungan, yaitu pada hari Sabtu (Saniscara) Kliwon wuku Kuningan.
Selama periode Galungan, umat Hindu biasanya memasang penjor di depan rumah masing-masing sebagai simbol rasa syukur. Suasana di berbagai kota di Bali pun terasa lebih semarak dengan ornamen khas hari raya.
Tradisi dan Aktivitas Selama Perayaan
Rangkaian upacara Galungan dimulai dengan persembahyangan di pura keluarga dan pura desa. Umat Hindu juga melakukan sembahyang untuk leluhur sebagai bentuk penghormatan.
Setelah menjalani serangkaian prosesi keagamaan, umat Hindu biasanya berkumpul bersama keluarga besar untuk menikmati hidangan khas hari raya. Momen ini juga dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga.