JAKARTA — IHSG berhasil bertahan di zona hijau pada sesi awal perdagangan hari ini, Kamis (11/6/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks dibuka di level 5.899,26 dan sempat bergerak fluktuatif sebelum menguat ke posisi 5.921,38 hingga pukul 09.14 WIB.
Level terendah harian IHSG tercatat di 5.850,58. Meskipun sempat mengalami tekanan di awal sesi, sentimen positif tetap mendominasi pergerakan indeks.
Sektor Energi Mampu Tahan Tekanan Pasar
Indeks sektor energi (IDX Energy) menjadi salah satu penopang utama penguatan IHSG hari ini. Indeks tersebut tercatat di level 2.796,74 atau naik 12,82 poin setara 0,46 persen.
Sejumlah emiten energi mencatatkan kenaikan signifikan. Saham Super Energy melesat 8,03 persen ke level 3.230. Saham Rukun Raharja juga menguat 5,29 persen ke level 3.780 dengan volume transaksi mencapai 11,76 juta saham.
Kenaikan juga terjadi pada saham Raharja Energi Cepu yang naik 2,11 persen ke level 4.850, serta Paragon Karya Perkasa yang menguat 1,88 persen ke level 2.710. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti Adaro Andalan Indonesia dan Petrosea masing-masing naik 1,25 persen dan 1,20 persen.
Tak Semua Saham Energi Hijau, Beberapa Masih Terkoreksi
Meski mayoritas saham energi berada di zona hijau, tekanan jual masih terlihat pada beberapa emiten. Saham RMK Energy menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 3,18 persen ke level 2.130.
ABM Investama turun 1,29 persen ke level 2.300, sementara Bayan Resources melemah 0,51 persen ke level 9.825. Saham Mitrabahtera Segara juga terkoreksi tipis 0,44 persen ke level 2.240.
Secara keseluruhan, dominasi saham energi yang menguat masih mampu menjaga IHSG tetap pada jalur positif. Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi oleh sentimen pasar global, aktivitas investor institusi, serta perkembangan harga komoditas energi dunia.