TABANAN — Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar memutuskan menghentikan operasi pencarian bocah 12 tahun yang hilang terseret ombak di Pantai Yeh Gangga, Rabu (3/6/2026). Keputusan ini diambil setelah tujuh hari penyisiran menggunakan berbagai peralatan canggih tidak membuahkan hasil.
Helikopter dan Drone Thermal Diterbangkan di Hari Kelima
Pada hari kelima operasi, Senin (1/6/2026), tim SAR menerbangkan helikopter SGi Air Bali dengan dukungan Finns Club. Penerbangan berlangsung sekitar satu setengah jam untuk memantau area laut yang lebih luas dari ketinggian.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Juni Antara, mengatakan tim mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. "Pergerakan hari ini kami kerahkan regu darat dan laut dan juga udara, menggunakan drone thermal menyisir sepanjang pantai," ujarnya, Rabu.
Penyisiran Laut dan Darat pada Hari Terakhir
Pada hari terakhir pencarian, sebanyak 26 personel SAR gabungan diterjunkan. Tim laut menggunakan satu unit rubber boat untuk menyisir area seluas sekitar 5,56 nautical mile persegi di sekitar lokasi kejadian.
Drone thermal diterbangkan ke arah barat Pantai Yeh Gangga hingga sejauh satu kilometer. Sementara itu, tim darat melakukan penyisiran ke arah timur dan barat pantai sejauh dua kilometer.
Batang Kayu Sempat Dikira Korban
Di tengah operasi, keluarga korban melaporkan adanya benda yang terlihat mengapung sekitar 200 meter dari bibir pantai. Tim kembali menerbangkan drone thermal untuk memastikan temuan tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan benda yang terlihat hanyalah batang kayu yang terbawa gelombang laut. I Komang Sastra dilaporkan hilang sejak Kamis (28/5/2026) saat bermain di Pantai Yeh Gangga.