NEGARA — Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan raya Gilimanuk, Bali, yang dikenal sebagai Jalur Setan. Seorang pengendara motor Honda PCX tewas setelah terlindas truk trailer dalam insiden senggolan yang terjadi pada Senin pagi. Sopir truk trailer disebut langsung melarikan diri usai kejadian.
Awal Mula Kejadian: Senggolan di Jalur Rawan
Peristiwa nahas itu bermula saat korban mengendarai sepeda motor PCX melintas di jalur Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Dari arah berlawanan, sebuah truk trailer melaju dan diduga saling bersenggolan dengan motor korban.
Benturan keras membuat korban terpental dari kendaraannya dan jatuh ke badan jalan. Nasib tragis tak terhindarkan ketika badan truk trailer yang masih melaju justru melindas tubuh korban.
Pelaku Kabur Tinggalkan Korban
Usai kejadian, sopir truk trailer tidak menghentikan kendaraannya untuk memberikan pertolongan. Ia justru memacu kendaraannya kabur meninggalkan lokasi kecelakaan.
Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berusaha mengejar, namun truk trailer sudah tidak terlihat. Korban ditemukan dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.
Jalur Setan Gilimanuk, Titik Rawan Kecelakaan
Ruas jalan Gilimanuk memang sudah lama dikenal sebagai Jalur Setan oleh para pengemudi truk dan pengendara motor. Kontur jalan yang menanjak, menikung tajam, serta banyaknya kendaraan berat yang melintas membuat jalur ini rawan kecelakaan.
Kecelakaan maut kerap terjadi di titik ini, terutama melibatkan kendaraan roda dua yang tersenggol truk atau bus. Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat soal penanganan kasus ini.
Apa Langkah Polisi Selanjutnya?
Hingga berita ini diturunkan, petugas dari Satlantas Polres Jembrana masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pengejaran terhadap sopir truk trailer yang kabur juga tengah dilakukan.
Polisi mengimbau masyarakat yang melihat atau memiliki rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk melapor. Identitas korban masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian.