TABANAN — Tim Reptil Asih Tabanan membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menaklukkan king kobra jantan sepanjang 3,5 meter yang masuk ke pemukiman warga di Banjar Suraberata, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat. Ular berbisa itu membuat geger dan menimbulkan keresahan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.
Awal Mula: Ular Terlihat Merayap di Dekat Rumah Warga
Warga Banjar Suraberata pertama kali melihat ular tersebut merayap di area permukiman pada siang hari. Keberadaan reptil sebesar lengan orang dewasa itu langsung memicu kepanikan karena lokasinya yang dekat dengan rumah-rumah penduduk. Beberapa warga yang mengetahui bahaya king kobra segera menghubungi tim penyelamat hewan setempat.
Proses Evakuasi: Tim Harus Bergerak Hati-hati
Tim Reptil Asih Tabanan yang tiba di lokasi langsung melakukan asesmen. King kobra jantan itu diketahui berada dalam posisi waspada, dengan leher mengembang—sikap khas saat merasa terancam. Petugas butuh kesabaran ekstra untuk mendekat tanpa memicu serangan. Dengan menggunakan alat penjepit khusus, tim akhirnya berhasil mengamankan ular tersebut setelah beberapa kali mencoba.
“Kami butuh hampir 30 menit karena ular dalam posisi siap menyerang. Begitu berhasil dijepit, langsung dimasukkan ke dalam karung,” ujar salah satu anggota tim kepada warga yang berkerumun di lokasi.
Apa yang Terjadi Selanjutnya? Ular Akan Dilepasliarkan
Setelah berhasil diamankan, king kobra sepanjang 3,5 meter itu langsung dibawa ke markas Tim Reptil Asih Tabanan untuk pemeriksaan kondisi fisik. Rencananya, ular tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya yang jauh dari permukiman warga. Tim juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di musim pancaroba yang kerap memicu reptil masuk ke area pemukiman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga Selemadeg Barat dan sekitarnya bahwa kawasan tersebut masih menjadi jalur lintasan satwa liar. Tim Reptil Asih Tabanan pun membuka hotline pengaduan bagi warga yang menemukan hewan berbisa di sekitar rumah mereka.