Pencarian

KEK Industropolis Batang Adopsi Konsep Kawasan Industri Jepang, Bidik Investasi Teknologi Tinggi

Minggu, 24 Mei 2026 • 15:16:01 WIB
KEK Industropolis Batang Adopsi Konsep Kawasan Industri Jepang, Bidik Investasi Teknologi Tinggi
KEK Industropolis Batang mengadopsi konsep kawasan industri Jepang untuk mendukung investasi teknologi tinggi.

BALI — Manajemen KEK Industropolis Batang memperkuat promosi investasi di Jepang melalui partisipasi dalam Investment Business Forum Indonesia–Japan di Tokyo, 22 Mei 2026. Forum yang digelar bersama Kedutaan Besar RI di Tokyo, Bank Indonesia Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, dan JETRO ini menjadi ajang penawaran potensi sektor EV, perangkat medis, elektronik, hingga energi terbarukan kepada investor Negeri Sakura.

Belajar dari Tsukuba Science City untuk Transformasi Kawasan

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, manajemen melakukan kunjungan komparatif ke Tsukuba Science City. Kawasan di Jepang itu dikenal sebagai pusat integrasi industri, riset, dan hunian modern berkelanjutan.

Head of Industrial Sales KEK Industropolis Batang, Irma Sefrinta, menegaskan bahwa proyek strategis nasional ini tidak akan dikembangkan sebagai kawasan industri konvensional. "KEK Industropolis Batang memiliki visi menjadi pusat inovasi berkelanjutan yang mampu mendukung pertumbuhan sektor industri masa depan," kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu, 24 Mei 2026.

Konsep yang dipelajari dari Tsukuba meliputi pengembangan ruang terbuka hijau, sistem mobilitas efisien, integrasi energi dan lingkungan, hingga penyediaan kawasan hunian yang mampu menarik talenta global seperti engineer dan peneliti.

Infrastruktur Siap Pakai dan Ekosistem Terpadu Jadi Modal Utama

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyebut keunggulan utama kawasan tersebut terletak pada kesiapan infrastruktur dan ekosistem terpadu. Menurutnya, KEK ini tidak hanya menyediakan lahan industri siap pakai, tetapi juga mengintegrasikan sektor industri dan pengolahan, logistik dan distribusi, hingga pariwisata.

Strategi ini dinilai relevan dengan kebutuhan investor Jepang yang selama ini menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia. Direktur Promosi IIPC Tokyo, Cahyo Purnomo, mengungkapkan realisasi investasi langsung Jepang ke Indonesia pada 2025 mencapai USD 3,12 miliar. Dalam lima tahun terakhir, total investasi Jepang bahkan melampaui USD 18 miliar dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 13,2 persen.

"Hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang telah terjalin kuat selama lebih dari enam dekade," ujar Cahyo. Ia menambahkan, visi Indonesia Emas 2045 membuka peluang besar bagi perusahaan teknologi tinggi Jepang untuk memperluas kolaborasi industri, termasuk dalam pengembangan rantai pasok regional Indo-Pasifik.

BI Dukung Stabilitas dan Insentif Fiskal untuk Investor Jepang

Dukungan terhadap pengembangan KEK Industropolis Batang juga datang dari otoritas moneter. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menilai kawasan tersebut memiliki proposisi nilai yang kuat bagi investor Jepang.

Ia menyebut sejumlah faktor pendukung, seperti stabilitas sistem keuangan nasional, kebijakan Local Currency Transaction (LCT), serta insentif fiskal yang kompetitif. "Kombinasi kesiapan infrastruktur, dukungan regulasi, dan arah pengembangan industri masa depan menjadikan KEK Industropolis Batang sebagai kawasan strategis untuk mendukung ekspansi industri Jepang di Indonesia," kata Filianingsih.

Dengan adopsi konsep kawasan industri Jepang dan dukungan penuh dari pemerintah serta Bank Indonesia, KEK Industropolis Batang diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi investasi teknologi tinggi di Indonesia.

Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks