Pencarian

Rupiah Diprediksi Melemah Lagi Hari Ini, Begini Dampaknya ke Sektor Pariwisata dan UMKM di Bali

Senin, 27 Juli 2026 • 09:01:32 WIB
Rupiah Diprediksi Melemah Lagi Hari Ini, Begini Dampaknya ke Sektor Pariwisata dan UMKM di Bali
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan berlanjut pada perdagangan Rabu (27/7) di tengah tekanan sentimen global.

DENPASAR — Nilai tukar rupiah diproyeksikan melanjutkan pelemahan pada sesi perdagangan Rabu (27/7) di tengah sentimen global yang masih membebani. Analis pasar menilai tekanan eksternal seperti kenaikan suku bunga acuan The Fed dan ketidakpastian inflasi AS menjadi pemicu utama. Dampaknya, pergerakan rupiah terhadap dolar AS diprediksi berada di kisaran yang lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pengaruh ke Sektor Pariwisata dan Perhotelan Bali

Bali, yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi, langsung merasakan getaran pelemahan rupiah. Harga paket perjalanan dari luar negeri yang dibayar dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi wisatawan asing, meski di sisi lain daya beli turis domestik justru tertekan karena harga barang impor melonjak.

Pelaku usaha perhotelan di kawasan Kuta, Seminyak, dan Ubud mulai mengeluhkan kenaikan biaya operasional, terutama untuk impor bahan makanan, minuman, dan perlengkapan kamar. "Setiap kali rupiah melemah, margin kami tergerus karena harga kontrak dengan pemasok luar negeri tidak bisa langsung disesuaikan," ujar seorang pengelola hotel di Denpasar yang enggan disebutkan namanya.

UMKM Terdampak: Harga Bahan Baku Impor Naik

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali juga menghadapi tekanan serupa. Banyak pengrajin perhiasan, restoran yang menggunakan bahan impor, hingga butik yang menjual kain dari luar negeri terpaksa menaikkan harga jual. "Kami tidak bisa menahan harga lebih lama. Biaya produksi naik sampai 10 persen dalam sebulan terakhir," kata Made, pemilik usaha kerajinan perak di Celuk, Gianyar.

Bank Indonesia Perwakilan Bali sebelumnya mencatat bahwa pelemahan rupiah berkontribusi terhadap inflasi di provinsi ini, terutama pada komponen pangan olahan dan sandang. Namun, BI juga menyatakan kesiapan untuk melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Apa Langkah Selanjutnya bagi Pelaku Usaha?

Ekonom menyarankan para pengusaha di Bali untuk mulai mengalihkan ketergantungan pada bahan impor ke produk lokal jika memungkinkan. Selain itu, hedging atau lindung nilai valuta asing bisa menjadi opsi bagi usaha menengah ke atas. "Yang paling penting adalah menjaga arus kas dan tidak panik melakukan pembelian besar dalam dolar saat kurs belum stabil," ujar analis pasar uang dari Denpasar.

Pemerintah Provinsi Bali sendiri belum mengeluarkan kebijakan khusus merespons pelemahan rupiah kali ini. Namun, Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat terus memonitor harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, terutama yang dipengaruhi oleh impor.

Bagikan
Sumber: investasi.kontan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks