Pencarian

Bali Mandarin Academy Resmi Beroperasi, Targetkan 2.000 Siswa Kuasai Bahasa Mandarin untuk Industri Hospitality

Jumat, 22 Mei 2026 • 08:05:01 WIB
Bali Mandarin Academy Resmi Beroperasi, Targetkan 2.000 Siswa Kuasai Bahasa Mandarin untuk Industri Hospitality
Bali Mandarin Academy resmi beroperasi dengan target 2.000 siswa menguasai bahasa Mandarin untuk industri hospitality.

DENPASAR — Pendirian Bali Mandarin Academy (BAMA) berawal dari pengalaman panjang David Kurniawan, seorang profesional hospitality asal Bali yang menetap di Tiongkok selama lebih dari 25 tahun. Selama bekerja mengembangkan proyek resort kelas atas di Hangzhou, Guangzhou, Beijing, Shanghai, hingga Qingdao, David melihat adanya kesenjangan informasi antara Indonesia dan Tiongkok.

"Melalui aktivitas bersama Kedutaan Besar RI di Beijing, saya melihat ada kesenjangan informasi antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok, khususnya terkait pendidikan, teknologi, budaya kerja, dan peluang karir," kata David, Kamis (21/5/2026).

Kurikulum Disusun Langsung oleh Akademisi Tiongkok

Visi tersebut diwujudkan bersama rekan bisnis Rudy Halim dengan mendirikan BAMA pada akhir 2024. Untuk menjaga kualitas pengajaran, BAMA menggandeng dua universitas di Tiongkok, yakni Shandong Vocational and Technical University of International Studies dan Shandong Communication and Media College.

Pengembangan kurikulum dan sistem pengajaran ditangani langsung oleh Professor Li Qi, seorang akademisi dan pakar pendidikan Mandarin. Hasil kurasi kurikulum tersebut kini telah diterapkan di berbagai institusi di Bali, termasuk Sekolah Tegal Jaya, Institut Pariwisata Bali Internasional, Politeknik Internasional Bali, Sekolah Pariwisata Bali, SMK Dwijendra, dan Stella Mundi.

Program Khusus untuk Industri Perhotelan

Selain pendidikan formal, BAMA mengembangkan program bahasa Mandarin spesifik untuk industri hospitality. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Indonesian Hotels General Manager Association dan mendapat dukungan dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

BAMA juga telah membangun Learning Management System (LMS) agar proses belajar mengajar berjalan terstruktur dan terukur. Program online ini didukung 20 tenaga pengajar profesional, seluruhnya lulusan universitas di Tiongkok, termasuk pengajar native speaker.

Layanan Lengkap: dari HSK hingga Konsultasi Studi ke Tiongkok

Untuk persiapan studi lanjut, BAMA menyediakan program pembelajaran dan ujian HSK Level 1 hingga Level 6, lengkap dengan buku ajar yang disusun khusus sesuai metode BAMA. Saat ini, komposisi siswa aktif mencapai 2.000 orang, dengan 90 persen di antaranya adalah mahasiswa dan pelajar. Sisanya berasal dari kalangan profesional dan orang tua murid.

BAMA juga membuka layanan konsultasi pendidikan dan persiapan masuk universitas di Tiongkok bagi siswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di sana.

Direktur Operasional BAMA, Antonius, yang memiliki pengalaman lebih dari 18 tahun di Sekolah Tzu Chi Pantai Indah Kapuk, mengatakan bahwa lembaganya ingin menjadi jendela bagi generasi muda Indonesia untuk memahami Tiongkok secara lebih mendalam. "BAMA hadir dengan visi menjadi ‘jendela’ bagi generasi muda Indonesia, khususnya Bali, untuk memahami Tiongkok secara lebih mendalam, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi peluang pendidikan dan karir global melalui penguasaan bahasa Mandarin," ujar Antonius.

Hingga saat ini, BAMA telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 20 institusi pendidikan di Bali dan Jakarta. Dengan pendekatan sistematis dan standar pendidikan Tiongkok, BAMA berkomitmen menjadi tolok ukur pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia.

Bagikan
Sumber: koranjuri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks