Pencarian

Mahasiswa KKN UGM di Kintamani Gelar Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Hewan, Targetkan Lima Banjar pada Juli 2026

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:12:16 WIB
Mahasiswa KKN UGM di Kintamani Gelar Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Hewan, Targetkan Lima Banjar pada Juli 2026
Mahasiswa KKN UGM bersama BAWA melaksanakan vaksinasi rabies dan sterilisasi hewan di lima banjar di Kintamani pada Juli 2026.

BANGLI — Ancaman rabies yang masih membayangi Pulau Dewata mendorong puluhan mahasiswa KKN untuk turun langsung ke lapangan. Unit “Mentari Kintamani” dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menggandeng BAWA dalam rangkaian kegiatan yang tidak hanya menyuntikkan vaksin, tetapi juga mengedukasi warga tentang cara merawat hewan yang lebih manusiawi.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan tentunya bebas dari rabies,” ujar Ni Komang Wijayanti Sinta Dewi, Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) Kintamani, dalam keterangannya, Selasa (22/7).

Lima Banjar Jadi Sasaran Vaksinasi dan Sterilisasi

Program ini menyasar lima banjar di kawasan Batur Tengah. Tim dari BAWA bertindak sebagai pelaksana teknis vaksinasi dan sterilisasi, sementara mahasiswa KKN UGM membantu kelancaran acara sekaligus menjadi jembatan edukasi bagi masyarakat setempat.

Warga menyambut antusias program ini. Kesadaran bahwa menjaga kesehatan hewan peliharaan adalah kunci melindungi diri dan lingkungan mulai tumbuh di tengah komunitas peternak dan pemilik anjing di Kintamani.

Edukasi Kesejahteraan Hewan Jadi Fokus Utama

Selain vaksinasi, mahasiswa juga memberikan pemahaman tentang konsep animal welfare—bagaimana memperlakukan hewan dengan lebih baik, tidak hanya sekadar memberi makan. Materi ini dinilai penting mengingat masih banyak warga yang belum terbiasa membawa hewan peliharaannya ke fasilitas kesehatan hewan secara rutin.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan cakupan vaksinasi rabies di wilayah tersebut, tetapi juga menekan risiko penularan penyakit secara efektif. Dalam jangka panjang, sinergi antara mahasiswa, BAWA, pemerintah desa, dan warga diharapkan bisa membangun budaya baru yang lebih peduli pada hewan.

Target: Desa Aman dan Bebas Rabies

Kegiatan yang berlangsung marathon sejak awal Juli ini menjadi bagian dari upaya kolektif mewujudkan desa yang aman dari rabies. Dengan cakupan vaksinasi yang meluas, risiko gigitan anjing yang kerap dilaporkan di Bali diharapkan bisa ditekan secara signifikan.

“Masyarakat tampak sadar bahwa menjaga kesehatan hewan peliharaan adalah kunci utama,” tambah Sinta. Program ini menjadi contoh bagaimana peran mahasiswa bisa bersinergi dengan organisasi masyarakat untuk menjawab persoalan kesehatan publik yang konkret di tingkat akar rumput.

Bagikan
Sumber: kabarnusa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks