BULELENG — Wabup Buleleng Gede Supriatna didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait meninjau langsung lokasi kebakaran di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, pada Rabu (2/9). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan dampak kebakaran berjalan optimal serta menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga yang rumah dan tempat usahanya hangus dilalap api.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kebakaran yang terjadi malam sebelumnya itu menghabiskan tujuh ruko dan dua rumah warga. Selain itu, dua ruko lainnya juga ikut terdampak dalam peristiwa tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, meskipun para korban diperkirakan mengalami kerugian material yang tidak sedikit.
Bantuan Langsung Disalurkan untuk Korban Kebakaran
Dalam kunjungannya, Wabup Supriatna tidak hanya memantau kondisi terkini lokasi terdampak. Pemkab Buleleng turut menyalurkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan rumah tangga untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal maupun mata pencahariannya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak para korban setelah sebagian besar aset mereka hangus terbakar. Penanganan cepat ini menjadi prioritas pemerintah daerah agar warga segera bisa bangkit dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Wabup Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan saat Musim Kemarau
Di sela-sela peninjauannya, Gede Supriatna menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa warganya. Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama mengingat kondisi musim kemarau yang kering dan panjang disertai angin kencang yang sedang melanda wilayah Buleleng saat ini.
Faktor cuaca tersebut dinilai bisa mempercepat perambatan api dan menyulitkan proses pemadaman. Karena itu, kewaspadaan terhadap sumber api, baik dari instalasi listrik, kompor gas, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran, menjadi sangat penting untuk ditingkatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Langkah Antisipasi: Pemkab Pertimbangkan Pengadaan Hidran di Pasar Desa
Menanggapi kejadian ini, Pemkab Buleleng berencana melakukan langkah antisipasi jangka panjang untuk mencegah meluasnya dampak kebakaran di masa mendatang. Salah satu usulan yang mengemuka adalah pengadaan hidran, terutama di kawasan Pasar Desa yang rawan terjadi kebakaran karena kepadatan bangunan dan aktivitas perdagangan.
Keberadaan hidran dinilai krusial untuk mempercepat akses petugas pemadam kebakaran (damkar) terhadap sumber air saat terjadi musibah. Usulan pengadaan sarana pemadam tersebut diharapkan dapat diprogramkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Dalam upaya penanganan kebakaran yang cepat dan tanggap, Pemkab Buleleng akan terus berkoordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan bersama Dinas Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan terkait di wilayah setempat.