JEMBRANA — Empat finalis terbaik harus melalui babak puncak yang menguji wawasan seputar dunia tenun sebelum akhirnya memenangkan mahkota Duta Tenun Jembrana 2026. Penilaian dilakukan langsung oleh dewan juri bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, setelah para peserta unjuk kebolehan di sesi bakat, catwalk, dan performa panggung.
Tropi dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana. Kehadiran keduanya menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap regenerasi pencinta kain tenun lokal.
Menjauhkan Tenun dari Kesan Kaku dan Kuno
Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, menegaskan bahwa regenerasi ini bukan sekadar seremoni. Pihaknya mendorong Duta Tenum terpilih untuk membawa Tenun Jembrana melampaui batas penggunaan busana adat semata.
"Kami berharap dengan adanya kegiatan Duta Tenun Jembrana ini akan lebih membangkitkan semangat anak-anak kita, khususnya mereka yang akan menjadi duta untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan mengangkat tenunan Jembrana," ucapnya.
Targetnya jelas: menjadikan tenun sebagai bagian dari gaya hidup Gen Z dan Generasi Alpha. Ini langkah penting mengingat selama ini kain tenun kerap dianggap sakral dan hanya dipakai pada momen tertentu seperti upacara adat atau pernikahan.
Program Nyata Sang Duta untuk Anak Muda
Anak Agung Istri Canakya Kusuma Dewi mengaku bangga sekaligus siap mengemban amanah tersebut. Ia tak ingin gelar ini berhenti pada seremoni belaka, melainkan menjadi gerakan nyata di kalangan pelajar.
"Yang kami akan lakukan adalah memperkenalkan tenun kepada para generasi muda, agar semakin cinta dan bangga menggunakan kain tenun selaku warisan dari budaya Kabupaten Jembrana," pungkasnya.
Langkah pertama yang disiapkan adalah kampanye aktif di sekolah-sekolah dan media sosial untuk menumbuhkan rasa bangga memakai produk lokal. Dengan pendekatan ini, diharapkan tenun Jembrana tak lagi dipandang sebagai pakaian formal, melainkan pilihan fashion sehari-hari yang relevan dengan tren anak muda.
Pemilihan duta ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dekranasda Jembrana dalam mempopulerkan wastra daerah. Sebelumnya, berbagai pameran dan pelatihan membatik juga digencarkan untuk memperkuat ekosistem kerajinan lokal di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Banyuwangi ini.