Pencarian

Delapan Negara Meriahkan Mereren Festival 2026 di Pantai Pererenan Badung, Puluhan Layangan Raksasa Diterbangkan

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:40:31 WIB
Delapan Negara Meriahkan Mereren Festival 2026 di Pantai Pererenan Badung, Puluhan Layangan Raksasa Diterbangkan
Ribuan pengunjung memadati kawasan Pantai Pererenan, Badung, Bali, untuk menyaksikan pembukaan Mereren Festival 2026.

BADUNG — Ribuan pengunjung memadati kawasan Pantai Pererenan, Badung, Bali, pada Jumat (21/8) untuk menyaksikan pembukaan Mereren Festival 2026. Sebanyak delapan negara berpartisipasi dalam festival layang-layang internasional ini, di antaranya Korea, Thailand, Denmark, Inggris, Australia, dan Singapura.

Sebelum diterbangkan, para peserta mengarak kreasi layang-layang mereka dari Noema Resort menuju pantai dengan jarak sekitar satu kilometer. Iring-iringan tersebut diiringi alunan gamelan Bale Ganjur, menyatu dengan semilir angin khas pesisir Pererenan.

Mereren, Filosofi Berhenti Sejenak di Tengah Aktivitas

General Manager Noema Resort Pererenan sekaligus Festival Director Mereren Festival 2026, Ricky Tanza, mengatakan festival tahunan ini mengusung makna mendalam. "Festival tahunan ini kami namakan 'Mereren', yang berarti berhenti sejenak (to pause)," ujarnya di sela-sela acara.

Konsep itu menjadi benang merah seluruh rangkaian kegiatan. Wind dan Wave merepresentasikan elemen alam yang tercermin melalui layang-layang serta kepedulian terhadap kelestarian air dan laut. Adapun Neighborhood diwujudkan melalui keterlibatan masyarakat setempat.

31 UMKM Lokal Terlibat Lewat Program Passport Mereren

Untuk memastikan dampak ekonomi dirasakan warga sekitar, tahun ini panitia meluncurkan Passport Mereren. Para tamu dapat berkeliling ke 31 tetangga atau tenant UMKM di kawasan Pererenan untuk mengumpulkan stempel sekaligus menikmati diskon khusus.

"Neighborhood adalah upaya kami melibatkan masyarakat setempat seperti seniman, perajin, dan UMKM lokal agar mereka merasakan dampak ekonominya," jelas Ricky. Program ini sekaligus memperkenalkan potensi Pererenan sebagai destinasi budaya, bukan sekadar tempat keramaian.

Dari Workshop Keramik hingga Dinner Under the Kite

Selama tiga hari, festival menyuguhkan beragam aktivitas. Pengunjung dapat mengikuti workshop pembuatan keramik, pengolahan plastik daur ulang menjadi jam tangan, hingga kelas tari tradisional beserta filosofinya.

Dari sisi kuliner, Dinner Under the Kite digelar di area rooftop dengan menghadirkan kolaborasi Chef Dom dari Filipina bersama chef lokal. Menu yang disajikan mengusung bahan organik dengan konsep sustainability.

Panggung musik juga dimeriahkan pertunjukan live music, musik tradisional Bumi Bajra, serta kolaborasi Wayang Lemah dengan Putu Septa di area lobi hotel.

Tanpa Plastik Sekali Pakai, Sampah Dikelola Tiga Pihak

Aspek keberlanjutan menjadi prioritas dalam pelaksanaan festival ini. Pengelola bekerja sama dengan Daur Tera untuk menangani sampah kering, BUMDes untuk sampah umum, serta vendor bersertifikat khusus untuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

"Sesuai visi pemilik hotel untuk menjadikan tempat ini sebagai percontohan sustainability, kami menerapkan aturan tanpa plastik sama sekali. Semua material sudah didaur ulang," tambah Ricky.

Bermula dari Tradisi Warga Setelah Pandemi

Dipilihnya layang-layang sebagai ikon festival tidak lepas dari sejarah berdirinya Noema Resort pasca-pandemi Covid-19. Saat itu, masyarakat desa setempat telah memiliki tradisi kompetisi layang-layang. Pihak hotel kemudian menghidupkan kembali tradisi tersebut bersama kurator Kadek Armika.

"Tiga layang-layang tradisional di lobi kami adalah ikon dari inisiatif tersebut, dan kompetisi ini akan terus kami adakan setiap tahun," pungkas Ricky.

Saat ini, tingkat okupansi Noema Resort Pererenan mencapai sekitar 70 persen. Tamu didominasi wisatawan domestik, Australia, dan Amerika Serikat, dengan sebagian besar melakukan pemesanan mendadak atau last-minute booking.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: baliekbis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks