Pencarian

Cuaca Panas dan Kemarau Berpotensi Picu Dehidrasi, Ini Strategi Jaga Stamina agar Tetap Produktif

Selasa, 18 Agustus 2026 • 10:06:31 WIB
Cuaca Panas dan Kemarau Berpotensi Picu Dehidrasi, Ini Strategi Jaga Stamina agar Tetap Produktif
Seorang pekerja menyiramkan air ke wajahnya untuk mendinginkan tubuh saat beraktivitas di bawah terik matahari.

BALI — Musim kemarau yang tengah berlangsung membawa konsekuensi fisiologis yang kerap disepelekan: tubuh bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan suhu inti. Akibatnya, rasa lelah datang lebih cepat dan konsentrasi menurun drastis. Kondisi ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan sinyal bahwa keseimbangan cairan tubuh sedang terganggu.

Kebutuhan cairan tidak bisa diseragamkan. Mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan—seperti pekerja konstruksi, kurir, atau pedagang pasar—memiliki tingkat penguapan keringat lebih tinggi dibanding pekerja kantoran. Artinya, volume air yang harus dikonsumsi juga berbeda secara signifikan.

Jangan Menunggu Haus untuk Minum

Rasa haus sebenarnya adalah mekanisme terlambat dari tubuh. Saat sinyal ini muncul, tubuh sudah memasuki fase defisit cairan ringan. Kebiasaan menunggu haus baru minum membuat tubuh berada dalam kondisi kurang hidrasi sepanjang hari.

Membawa botol minum saat bepergian menjadi langkah preventif paling sederhana. Dengan botol di dekat jangkauan, frekuensi minum meningkat tanpa perlu menunggu munculnya rasa haus. Target konsumsi harian juga sebaiknya disesuaikan dengan intensitas keringat yang keluar, bukan hanya patokan delapan gelas standar.

Atur Ulang Jadwal Aktivitas di Luar Ruangan

Paparan sinar matahari langsung pada rentang pukul 10.00 hingga 15.00 mempercepat kelelahan. Radiasi panas yang diterima tubuh pada jam-jam tersebut jauh lebih tinggi, membuat kerja jantung dan sistem termoregulasi meningkat. Tubuh kehilangan energi dua kali lipat dibanding aktivitas serupa di pagi hari.

Untuk aktivitas yang tidak bisa ditunda, penggunaan pelindung fisik seperti topi bertepi lebar atau payung membantu mengurangi paparan langsung. Pakaian berbahan ringan dengan daya serap keringat tinggi—seperti katun atau bahan teknis olahraga—memfasilitasi penguapan keringat lebih cepat, menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Pilihan Makanan yang Mendukung Hidrasi

Stamina tidak hanya ditentukan oleh asupan air, tetapi juga kualitas nutrisi yang masuk. Konsumsi sayuran dan protein membantu memperbaiki jaringan otot yang bekerja lebih keras saat cuaca panas. Namun, ada kategori pangan yang punya peran ganda: buah dengan kandungan air tinggi.

Semangka, melon, dan jeruk mengandung 85-92 persen air, sekaligus menyumbang vitamin C dan elektrolit alami. Kombinasi ini membantu menggantikan mineral yang hilang bersama keringat. Menjadikan buah-buahan ini sebagai camilan di sela jam kerja lebih efektif dibanding sekadar mengandalkan air putih saja.

Pola makan yang tepat selama musim kemarau bukan hanya soal menghilangkan lapar, melainkan strategi menjaga performa tubuh agar tidak mudah lemas. Dengan pengaturan cairan, manajemen waktu aktivitas, dan pilihan asupan yang tepat, tubuh tetap bisa berfungsi optimal meski suhu udara sedang tidak bersahabat.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkuluekspress.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks