BALI — Koreksi IHSG pada Selasa (11/8) berlangsung dalam rentang 6.230 hingga 6.388, dengan tekanan jual yang nyaris membawa indeks ke titik terendah perdagangan. Pelemahan terjadi merata di hampir semua sektor. Sektor perindustrian menjadi pemberat utama dengan koreksi hingga 3,48%, disusul sektor konsumen non-primer yang turun 2,68%, dan sektor teknologi yang melemah 2,56%.
Sikap defensif investor ini tak lepas dari sentimen kebijakan MSCI. Sebelumnya, MSCI sempat membekukan sejumlah perubahan indeks untuk Indonesia, sehingga pelaku pasar kini menanti kejelasan arah kebijakan terbaru yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026. Ketidakpastian ini membuat sebagian besar pelaku pasar memilih mengurangi eksposur risiko.
MEDC Jadi Pilihan Utama Sejumlah Sekuritas
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah broker justru melihat peluang akumulasi pada beberapa saham. MEDC menjadi nama yang paling banyak direkomendasikan, muncul dalam daftar empat sekuritas sekaligus, yakni BRI Danareksa Sekuritas, Phillip Sekuritas, CGS International Sekuritas, dan Phintraco Sekuritas.
Selain MEDC, saham emiten susu ULTJ dan emiten emas EMAS juga masuk dalam rekomendasi lebih dari satu broker. BNI Sekuritas misalnya, memasukkan ULTJ ke dalam daftar pantauan, sementara CGS International dan MNC Sekuritas sama-sama merekomendasikan EMAS.
Daftar Rekomendasi Saham dari Berbagai Broker untuk Rabu (12/8)
Berikut rekomendasi saham yang dirangkum dari sejumlah sekuritas untuk perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026:
- BRI Danareksa Sekuritas: MEDC, ESSA, WIRG
- BNI Sekuritas: AMMN, ELSA, ADRO, INDF, JPFA, ULTJ
- Phillip Sekuritas: MEDC
- MNC Sekuritas: AMRT, EMAS, HRUM, ICBP
- CGS International Sekuritas: KLBF, MEDC, AADI, ISAT, SILO, EMAS
- Phintraco Sekuritas: MEDC, TKIM, ULTJ, CUAN, BUKA
- Panin Sekuritas: SGER, BBRI
- Mirae Asset Sekuritas: PNLF, RAJA, RATU
Ujian Pasar di Tengah Ketidakpastian MSCI
Perdagangan Rabu (12/8) menjadi ujian penting bagi IHSG. Pertanyaannya bukan hanya apakah indeks mampu bangkit dari koreksi, tetapi juga saham mana yang sanggup bertahan jika tekanan jual masih berlanjut. Investor kini dihadapkan pada dua pilihan: menunggu tekanan mereda atau mulai mengincar saham-saham yang dinilai memiliki ruang bangkit dari level koreksi.
Meski rekomendasi broker bisa menjadi sinyal awal, keputusan akhir tetap berada di tangan investor. Perkembangan keputusan MSCI, arus dana asing, dan sentimen global patut dicermati sebelum mengambil posisi. Investasi mengandung risiko.