KLUNGKUNG — Seorang wisatawan asal Denmark berinisial AKL (42) ditemukan tewas di sebuah vila di Desa Lembongan, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Senin (29/6) siang. Korban mengembuskan napas terakhir usai mengeluh sesak napas setelah melakukan aktivitas snorkeling di perairan Nusa Penida. Polisi menduga kematian korban akibat serangan jantung, meski penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kronologi: Dari Snorkeling hingga Ditemukan Tidak Sadarkan Diri
Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WITA. Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya sempat snorkeling di perairan Nusa Penida. Setelah kembali ke penginapan, AKL mengeluhkan sesak napas dan kondisi tubuh yang tidak nyaman.
Beberapa saat kemudian, korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di vila. Upaya pertolongan pertama segera dilakukan dan korban dievakuasi ke East Medical. Namun, setibanya di lokasi, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Tidak Ada Tanda Kekerasan, Keluarga Tolak Autopsi
“Hasil pemeriksaan fisik sementara dari tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal akibat serangan jantung, meski penyebab pasti kematian masih menunggu kepastian medis,” kata Kompol Kesuma Jaya, Selasa (30/6).
Jenazah korban kemudian diberangkatkan menuju Rumah Sakit Bali Mandara di Kota Denpasar. Pihak keluarga yang telah menerima kepergian korban menyatakan menolak dilakukan autopsi.
Polsek Nusa Penida Pastikan Penanganan Berjalan Sesuai Prosedur
“Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Nusa Penida segera mendatangi lokasi, melakukan olah TKP awal, meminta keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan tim medis untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur,” ujar Kapolsek.
Polsek Nusa Penida memastikan seluruh proses penanganan berjalan aman dan tertib. Pihak kepolisian juga menyatakan akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat maupun wisatawan di wilayah hukum Polsek Nusa Penida.