Pencarian

Tiga Puluh Restoran dan Chef Dunia Siap Ramaikan Konferensi Gastronomi di Nuanu Creative City Bali pada Juli 2026

Selasa, 30 Juni 2026 • 03:43:01 WIB
Tiga Puluh Restoran dan Chef Dunia Siap Ramaikan Konferensi Gastronomi di Nuanu Creative City Bali pada Juli 2026
Tiga puluh restoran dan chef internasional siap meramaikan Gastronomy Leaders 2.0 di Bali, Juli 2026.

BALI — Industri restoran dan kuliner di Bali bersiap menggelar pertemuan besar kedua tahun ini. Setelah edisi pertama pada Maret 2026 yang dihadiri lebih dari 300 peserta dan 24 pembicara, Gastronomy Leaders 2.0 kembali digelar di Nuanu Creative City, sebuah kawasan kreatif di pesisir selatan Bali.

Acara satu hari penuh ini akan menghadirkan sesi konferensi, pameran mitra industri, area market stall, dan afterparty di DOME Garden. Namun, panitia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang seremonial.

Menghubungkan Bali dengan Pasar Australia dan Timur Tengah

Gastronomy Leaders 2.0 secara khusus mengundang tokoh-tokoh berpengaruh dari Australia dan Timur Tengah—dua kawasan yang dinilai memiliki minat besar terhadap perkembangan kuliner Bali. Avril Treasure, Editor Time Out Sydney, akan membahas bagaimana media Australia melihat potensi Bali. Sementara itu, Cláudia de Brito dari MENA’s 50 Best dan World’s 50 Best Middle East dijadwalkan berbagi pandangan tentang ketertarikan pasar Timur Tengah terhadap pulau ini.

Chef Will Meyrick juga akan duduk bersama jurnalis Myffy Rigby dalam sesi fireside chat untuk membahas perjalanan dua dekade membangun restoran di Asia. Sesi ini diharapkan membuka perspektif baru bagi pelaku industri lokal.

Chef Michelin dan Pemilik Warung Berbagi Panggung

Konferensi ini tak hanya menghadirkan nama besar seperti Thi Le (Chef-Owner Anchovy, Melbourne; Chef of the Year 2026), Will Goldfarb (World’s Best Pastry Chef 2021), dan Syrco Bakker (chef peraih dua bintang Michelin). Acara ini juga memberi ruang bagi pemilik restoran independen, operator beach club, dan pelaku usaha kecil dari berbagai penjuru Bali.

Thi Le, misalnya, akan membawakan sesi bertajuk This Is Still Vietnamese yang mengajak para chef lokal melihat warisan budaya sebagai kekuatan utama dalam berkarya. Pendekatan ini sengaja dipilih untuk menunjukkan bahwa setiap perjalanan kuliner—dari skala kecil hingga internasional—memiliki nilai yang setara.

Visi Besar di Balik Sutala dan Ekosistem Kuliner Bali

Gastronomy Leaders lahir dari keyakinan bahwa destinasi kuliner seperti Sutala—sebuah distrik makanan dan gaya hidup yang tengah dikembangkan di Nuanu—hanya bisa berkembang jika seluruh ekosistem kuliner Bali tumbuh bersama. Evgenia Golomuz, F&B Curator Nuanu, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin membangun destinasi di tengah industri yang berjalan sendiri-sendiri.

“Kami ingin bertumbuh bersama seluruh ekosistem. Dengan menghadirkan chef-chef terbaik dunia untuk menginspirasi talenta lokal, mengundang media internasional, serta mempertemukan seluruh pelaku industri dalam satu ruang, kami percaya Bali dapat semakin dikenal sebagai destinasi kuliner kelas dunia,” ujar Golomuz dalam keterangan yang diterima redaksi.

Rangkaian acara meliputi panggung konferensi dengan sesi keynote dan panel diskusi, pameran mitra industri, serta area market stall. Ajang ini diharapkan menjadi titik temu antara investor, supplier, dan pelaku usaha kuliner untuk membuka peluang baru bagi industri restoran di Bali.

Bagikan
Sumber: baliekbis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks