Pencarian

Kemenpar Gelar “Liburan ke Kampung Main” di TMII, Targetkan Generasi Alpha Melek Budaya dan Keberlanjutan

Senin, 29 Juni 2026 • 15:32:31 WIB
Kemenpar Gelar “Liburan ke Kampung Main” di TMII, Targetkan Generasi Alpha Melek Budaya dan Keberlanjutan
Kemenpar gelar program edukatif “Liburan ke Kampung Main” di TMII untuk anak-anak dan keluarga.

BALI — Sepanjang Januari hingga April 2026, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 4,68 juta atau naik 8,24 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Di tengah tren positif itu, Kementerian Pariwisata tetap menggenjot pasar domestik dengan menyasar segmen keluarga dan anak-anak melalui program edukatif yang dikemas dalam “Liburan ke Kampung Main”.

Bermain Jagung hingga Berburu Harta Karun Digital

Selama lima hari di TMII, pengunjung dapat mengikuti permainan edukatif bertema farm to table melalui Petualangan Jagung, serta workshop harian yang mencakup gastronomi, warisan budaya dan bahari, wastra, seni dan desain, hingga wellness. Aktivitas ini merupakan hasil kolaborasi Kemenpar dengan para mitra Co-Branding Wonderful Indonesia.

Selain itu, tersedia permainan digital scavenger hunt yang bisa diikuti mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2026. Peserta diajak menyelesaikan tantangan dengan memindai QR Code di sejumlah lokasi, antara lain HeHa Waterfall Bogor, HeHa Forest Sleman, Plaza Ambarrukmo dan Plaza Malioboro Yogyakarta, Pramana Craft, Van Bloemen 1881 Sleman, serta Jatim Park Malang. Hadiah utama berupa empat voucher staycation bagi empat pemenang.

Mengapa Generasi Alpha Jadi Sasaran Utama?

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa anak-anak, terutama Generasi Alpha, dinilai belum memiliki daya beli sendiri tetapi preferensi mereka kerap memengaruhi keputusan destinasi wisata keluarga. “Kami percaya bahwa Generasi Alpha memiliki peran penting sebagai calon wisatawan dan agen perubahan yang akan menentukan wajah pariwisata Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Menurut Ni Made, pengenalan konsep pariwisata berkelanjutan sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Di tengah kehidupan yang kian digital, desa wisata dinilai mampu menawarkan pengalaman berbeda lewat slow travel dan slow living yang lebih dekat dengan alam, budaya, dan masyarakat setempat.

Dari Totem Daur Ulang ke Kampung Main

Program “Liburan ke Kampung Main” merupakan kelanjutan dari inisiatif edukasi keberlanjutan yang telah berjalan sejak 2025. Kemenpar bersama mitra Co-Branding tercatat telah mengolah lebih dari 289,4 kilogram material daur ulang dan limbah kemasan menjadi instalasi Totem Wonderful Indonesia. “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tambah Ni Made.

Lewat pendekatan yang dekat dengan keseharian anak-anak, Kemenpar berharap program ini bisa menjadi inspirasi pilihan liburan sekolah yang berbeda. “Ketika anak-anak memiliki kesempatan untuk merasakan langsung kehidupan yang dekat dengan alam dan budaya lokal, mereka akan lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan, menghargai tradisi, dan mendukung kesejahteraan masyarakat setempat,” pungkas Ni Made.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks