BALI — Apple resmi memperketat aturan main di App Store. Melalui pembaruan App Store Review Guidelines pekan ini, perusahaan asal Cupertino itu mengancam akan menghapus aplikasi-aplikasi yang tidak lagi relevan, jarang diunduh, atau gagal menarik minat pengguna. Kebijakan ini disampaikan langsung dalam pernyataan resmi Apple, seperti dikutip dari Tech Crunch pada Selasa (9/6/2026) waktu setempat.
"Kami dapat menghapus aplikasi-aplikasi tersebut dari App Store di masa mendatang jika tidak diperbarui, ditingkatkan, atau tidak berhasil menarik pelanggan," tulis Apple dalam pedoman terbarunya.
Kategori Aplikasi yang Paling Berisiko Dihapus
Tidak semua aplikasi kena sanksi. Apple secara spesifik menyoroti kategori yang sudah terlalu jenuh dan penuh dengan tiruan tanpa inovasi. Beberapa di antaranya adalah aplikasi wallpaper, pengatur waktu sederhana, efek suara, aplikasi kencan daring, senter digital, serta aplikasi ramalan bintang atau cuaca dasar.
Aturan baru ini lebih agresif dibanding versi sebelumnya. Dulu, Apple hanya menolak aplikasi baru yang dianggap kloning atau masuk kategori terlalu ramai. Kini, aplikasi lama yang terbukti mandek tanpa pembaruan berarti juga akan ikut ditendang dari ekosistem iOS.
Dampak ke Developer: Risiko Dikeluarkan dari Program Developer
Ancaman Apple tidak berhenti di penghapusan aplikasi. Developer yang ketahuan berulang kali mengirimkan aplikasi serupa ke proses peninjauan berisiko kehilangan akses ke Apple Developer Program secara permanen. Artinya, mereka tidak bisa lagi menerbitkan aplikasi apa pun di App Store.
Di sisi lain, Apple menilai langkah ini justru menguntungkan developer serius. Dengan mengurangi jumlah aplikasi sampah, pengguna lebih mudah menemukan aplikasi berkualitas. Developer yang terus berinvestasi dalam pembaruan dan pengalaman pengguna akan mendapat tempat yang lebih adil di toko aplikasi.
Masih Ada Kesempatan Kedua Lewat App Store Improvements
Apple tidak akan menghapus aplikasi secara mendadak. Perusahaan menyediakan mekanisme bernama App Store Improvements yang akan mengirimkan notifikasi peringatan kepada developer. Peringatan ini muncul jika aplikasi terdeteksi sudah usang, jarang diunduh, atau performanya menurun drastis.
Developer masih punya waktu untuk merombak, memperbarui, dan meningkatkan kualitas aplikasi mereka sebelum sanksi penghapusan diberlakukan. Ini menjadi sinyal bahwa Apple lebih mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas di ekosistemnya.
Apa Artinya bagi Pengguna Indonesia?
Bagi pengguna iPhone di Indonesia, kebijakan ini bisa menjadi kabar baik. App Store yang lebih bersih berarti hasil pencarian aplikasi tidak lagi dipenuhi aplikasi tiruan atau fitur yang sudah tersedia di bawaan iOS. Pengguna juga tidak perlu khawatir aplikasi yang diunduh akan tiba-tiba hilang tanpa pemberitahuan, karena prosesnya tetap melalui tahap peringatan terlebih dahulu.
Apple menegaskan bahwa aplikasi baru dari kategori yang diawasi ketat hanya akan diterima jika menawarkan pengalaman pengguna yang berbeda secara signifikan atau menghadirkan peningkatan fitur yang revolusioner. Jadi, jika kamu punya ide aplikasi unik di kategori itu, pastikan ada nilai tambah yang nyata sebelum mengajukannya ke App Store.