BADUNG — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-118 tahun ini menjadi momentum bagi seluruh komponen bangsa untuk kembali meneguhkan arah perjalanan negara. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) yang hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya menjadikan Asta Cita sebagai pedoman kolektif.
Asta Cita merupakan delapan misi besar yang harus dicapai secara bersama-sama. Menurut Menkomdigi, rumusan ini bukan sekadar dokumen, melainkan kompas yang mengarahkan setiap langkah pembangunan dan kebijakan ke depan.
Apa Isi dari Asta Cita yang Disorot?
Delapan misi besar dalam Asta Cita mencakup berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Mulai dari memperkuat ideologi Pancasila, mewujudkan keamanan nasional, hingga mendorong pemerataan ekonomi dan pembangunan dari desa.
Menkomdigi menyebut, seluruh pihak tidak bisa hanya menunggu instruksi dari atas. Setiap elemen masyarakat memiliki peran aktif dalam mewujudkan misi-misi tersebut di lingkungan masing-masing.
Mengapa Harkitnas Jadi Momen Penting?
Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap 20 Mei untuk mengenang lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908. Bagi pemerintah, peringatan ini menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dan gotong royong adalah kunci menghadapi tantangan zaman.
Di Badung, peringatan Harkitnas Ke-118 tidak hanya diisi dengan upacara. Para peserta diajak merenungkan kembali kontribusi nyata apa yang bisa diberikan untuk kemajuan daerah dan negara.
Bagaimana Tindak Lanjut Seruan Ini?
Seruan Menkomdigi diharapkan menjadi pemantik bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk menerjemahkan Asta Cita ke dalam program-program konkret. Tidak ada rincian teknis lebih lanjut yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.
Pemerintah pusat disebut akan terus mendorong sosialisasi delapan misi ini hingga ke tingkat kelurahan dan desa. Tujuannya agar arah pembangunan nasional benar-benar dirasakan oleh seluruh warga Indonesia.