DENPASAR — Gelaran final Soekarno Cup III Bali 2026 berlangsung dalam atmosfer kompetitif yang tinggi. Banteng Muda Denpasar sukses merebut gelar juara setelah mengalahkan Banteng Muda Badung lewat skor tipis 3-2 di Stadion Ngurah Rai, Denpasar. Pertandingan yang digelar pada Senin (25/5/2026) ini menjadi puncak dari rangkaian turnamen yang telah berlangsung sejak 9 Mei 2026.
Hadiah Pembinaan untuk Juara: Beasiswa Rp50 Juta
Atas kemenangan tersebut, Banteng Muda Denpasar berhak membawa pulang hadiah pembinaan berupa beasiswa senilai Rp50 juta. Sementara itu, Banteng Muda Badung yang menjadi runner-up memperoleh Rp40 juta, dan juara ketiga Banteng Muda Tabanan mendapatkan Rp30 juta. Panitia juga memberikan penghargaan khusus bagi top scorer dan tim yang dinilai paling menjunjung fair play.
Perebutan tempat ketiga sendiri dimenangkan oleh Banteng Muda Tabanan yang sukses menghajar Banteng Muda Karangasem dengan skor telak 4-0. Total sembilan tim Banteng Muda dari kabupaten/kota se-Bali turut ambil bagian dalam kompetisi tahun ini, termasuk Gianyar, Klungkung, Bangli, Buleleng, dan Jembrana.
Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Pembinaan Generasi Muda
Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup III Bali, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan bahwa turnamen ini dirancang lebih dari sekadar ajang adu gengsi antar daerah. Menurutnya, kompetisi ini menjadi wadah formal bagi talenta muda Bali untuk berkembang sekaligus belajar menjunjung tinggi sportivitas dan fair play.
“Liga Soekarno Cup ini menjadi wadah bagi talenta-talenta muda Bali untuk bermain dalam kompetisi formal sekaligus menjunjung tinggi sportivitas dan fair play,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan tahun ketiga ini juga berfungsi sebagai sarana seleksi pemain muda yang nantinya diproyeksikan memperkuat Bali pada ajang Soekarno Cup tingkat nasional di Surabaya. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, dan sportivitas sesuai nilai-nilai yang diwariskan oleh Proklamator RI, Bung Karno.
Antusiasme Tinggi Jadi Sinyal Positif Sepak Bola Akar Rumput
Seluruh rangkaian pertandingan yang berlangsung di Stadion Ngurah Rai maupun Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Pertandingan berjalan aman dan lancar dengan semangat sportivitas yang dijunjung tinggi oleh pemain maupun ofisial tim.
“Yang paling penting adalah bagaimana sepak bola bisa menjadi wadah pemersatu generasi muda sekaligus membangun mentalitas pejuang yang sehat, tangguh, dan kompetitif,” tambah Adi Arnawa.
Rencana Ekspansi ke Tingkat Kabupaten dan Pembentukan SSB
Ke depan, penyelenggaraan Soekarno Cup direncanakan akan diperluas hingga tingkat kabupaten guna memperkuat pembinaan sepak bola usia dini. Tak hanya itu, program pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) di desa-desa untuk kelompok umur 8 hingga 15 tahun juga mulai didorong sebagai bagian dari regenerasi atlet Bali.
Turnamen ini resmi ditutup oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital, Prananda Prabowo, bersama Ketua Panitia Nasional Liga Kampung Soekarno Cup, Komarudin Watubun. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali I Wayan Koster dan jajaran pengurus partai se-Bali.