DENPASAR — Pesta gol terjadi di Stadion Ngurah Rai saat Banteng Tabanan menundukkan Banteng Karangasem dengan skor 4-0 pada laga perebutan juara ketiga Soekarno Cup 2026, Senin (25/5). Kesebelasan asal Tabanan tampil dominan penuh sejak peluit pertama dibunyikan.
Gol Bergelombang dari Babak Pertama
Tim berjuluk Lumbung Beras Bali itu langsung tancap gas. Dalam 45 menit pertama, tiga gol sukses mereka lesakkan ke gawang lawan. Keunggulan 3-0 di babak pertama membuat Karangasem kesulitan mengejar ketertinggalan.
Memasuki paruh kedua, Tabanan tak mengendurkan serangan. Satu gol tambahan di babak kedua memastikan kemenangan 4-0 hingga laga usai. Pertahanan Karangasem disebut cukup solid, namun tak mampu membendung agresivitas serangan Tabanan.
Manajer Bicara Soal Strategi dan Keberuntungan
Manajer Tim Banteng Tabanan, I Wayan Wiarsa, mengungkapkan persiapan matang menjadi kunci kemenangan. Ia menyebut ekosistem sepak bola usia dini di Tabanan sangat hidup, dengan banyak sekolah sepak bola (SSB) yang aktif.
“Di Tabanan itu SSB-nya sangat hidup,” ungkapnya. Ia menambahkan, pertandingan rutin dari tahun ke tahun membuat timnya selalu siap menghadapi laga apapun, termasuk turnamen Soekarno Cup ini.
Strategi bermain menekan sejak awal menjadi andalan. Meski demikian, Wiarsa tak menampik faktor keberuntungan turut berperan. “Ini tidak terlepas dari faktor luck,” tandasnya sambil memuji pertahanan Banteng Karangasem yang dinilainya cukup rapi.
Soekarno Cup 2026: Ajang Pembinaan Sepak Bola Bali
Turnamen Soekarno Cup 2026 digelar oleh DPD PDI Perjuangan Bali. Ajang ini menjadi wadah kompetisi bagi tim-tim daerah di Pulau Dewata untuk mengasah kemampuan dan membangun sportivitas. Dengan hasil ini, Tabanan resmi keluar sebagai juara ketiga turnamen bergengsi tersebut.