BALI — Catatan perjalanan jurnalis Jawa Pos Radar Bali, Eka Prasetya, mengungkap transformasi transportasi masif di Beijing. Sebagian besar kendaraan yang melintas di jalanan ibu kota Tiongkok adalah mobil listrik. Pemandangan ini kontras dengan kondisi di Indonesia.
Dominasi di Jalan Raya dan Kampus
Fenomena ini tidak terbatas di jalan protokol. Di lingkungan kampus, kendaraan listrik menjadi pilihan utama. Adopsi kendaraan ramah lingkungan sudah merata di berbagai lapisan masyarakat Beijing.
Mengapa Beijing Menjadi Surga Mobil Listrik?
Kebijakan pemerintah Tiongkok yang agresif mendorong elektrifikasi. Insentif pajak, pembatasan kendaraan berbahan bakar fosil di kota besar, dan investasi besar-besaran pada infrastruktur pengisian daya menciptakan ekosistem yang mendukung.
Perbandingan dengan Indonesia
Pengalaman Eka Prasetya menjadi cermin bagi perkembangan kendaraan listrik di tanah air. Meski pemerintah Indonesia gencar mempromosikan program konversi dan insentif pembelian, infrastruktur dan penetrasi pasar masih jauh tertinggal.
Pelajaran untuk Daerah, Termasuk Bali
Bali, sebagai provinsi dengan target pariwisata berkelanjutan, bisa mengambil pelajaran dari kesuksesan Beijing. Mulai dari konsistensi kebijakan, penyediaan stasiun pengisian daya yang merata, hingga edukasi publik tentang manfaat kendaraan listrik jangka panjang.
Apa Langkah Selanjutnya?
Catatan perjalanan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan di Indonesia. Tanpa kebijakan yang terintegrasi dan infrastruktur yang memadai, target elektrifikasi nasional sulit tercapai dalam waktu dekat.