KLUNGKUNG — Pengobatan tradisional di Bali terus berkembang dengan hadirnya Sewek Terapi yang memanfaatkan kain selendang untuk menangani keluhan saraf kejepit. Metode ini dikembangkan oleh I Wayan Juniartha sebagai alternatif bagi warga yang menghindari tindakan medis konvensional atau pijatan keras.
Berbeda dengan pijat refleksi pada umumnya, teknik ini meminimalkan kontak fisik langsung menggunakan jari atau telapak tangan. Kain selendang berfungsi sebagai alat mekanis untuk menarik, meregangkan, atau memberikan tekanan pada bagian tubuh yang mengalami penyempitan saraf secara presisi.
Mengapa Menggunakan Selendang Bukan Pijatan Tangan?
Juniartha menjelaskan bahwa penggunaan kain selendang memberikan tekanan yang lebih stabil dan terukur dibandingkan tenaga manusia. Hal ini dianggap lebih aman bagi pasien yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap sentuhan tangan atau mereka yang tengah menderita nyeri akut pada bagian punggung.
"Saya memilih selendang ketimbang pijatan tangan kosong agar tekanan pada titik saraf lebih presisi," ujar Juniartha saat ditemui di tempat praktiknya pada Kamis (7/5/2026).
Teknik ini diklaim mampu menjangkau area saraf yang sulit ditekan hanya dengan jempol. Pasien biasanya merasakan tarikan lembut namun kuat yang bertujuan mengembalikan posisi saraf ke jalur semula secara perlahan tanpa menimbulkan rasa sakit berlebih akibat tekanan jari.
Efektivitas Sewek Terapi untuk Keluhan Tulang Belakang
Tempat praktik Juniartha mulai didatangi masyarakat yang ingin membuktikan efektivitas selembar kain dalam menyembuhkan gangguan tulang belakang. Selain warga lokal Klungkung, beberapa pasien dari kabupaten tetangga mulai mendatangi lokasi tersebut untuk mendapatkan penanganan alternatif.
Keberadaan Sewek Terapi memperkaya pilihan pengobatan alternatif berbasis kearifan lokal di Pulau Dewata. Penanganan saraf kejepit tanpa prosedur operasi menjadi alasan utama pasien memilih metode yang ditawarkan oleh Juniartha ini untuk memulihkan mobilitas tubuh mereka.